Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membuka sekolah partai demi keberlangsungan para calon kepala daerahnya saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2015. Hal ini dirasa menjadi contoh pendidikan politik dan kaderisasi partai modern.
“PDIP mulai menerapkan prinsip-prinsip partai politik modern,” kata Dosen FISIP Universitas Jenderal Ahmad Yani, Iman Soleh, di Jakarta, Senin (29/6/).
Iman berpendapat, prinsip serta fungsi parpol kekinian yakni sebagai alat rekrutmen, komunikasi, serta pendidikan politik. Iman mengatakan hal ini bertujuan untuk menunjukkan kepada kader, konstituen, bahkan kepada masyarakat bahwasannya PDIP serius dalam menerapkan sekolah partai ini.
Sebagai partai kader yang menang pemilu lalu, lanjut Iman, momentum ini merupakan ajang azas manfaat dalam pilkada serentak sebagai langkah konsolidasi, kaderisasi, dan doktrinasi sejumlah kadernya, khususnya para calon kepala daerah yang akan bersinggungan dalam pilkada 9 Desember 2015.
Ide Sekolah Partai Politik
“Ada beberapa nilai positif yang bisa dimunculkan ketika PDIP menggulirkan sekolah partai politik. Pertama, sekolah partai politik adalah langkah terobosan ketika bentuk kaderisasi hanya terpaku pada kegiatan temu kader yang hanya diisi oleh orasi-orasi politik yang tidak terarah. Selain itu juga, sekolah partai sebagai wadah pendidikan politik yang doktriner,” ungkap dia.
Poin kedua, tambah Iman, sekolah partai politik bagi calon kepala daerah adalah bentuk ketegasanpartai berlambang kerbau ini bukan hanya partai politik yang bersifat pragmatis. Dengan sekolah partai, para calon kepala daerah dengan basis partai PDIP adalah kader yang memahami politik.
“Baik dalam tataran teoritis maupun dalam tataran praktis, yang berujung pada munculnya sejumlah calon yang militan dalam memenangkan pilkada,” jelas Iman.
Poin ketiga, lanjut Iman, program ini membentuk basis pemikiran ideologis yang tegas, dalam hal ini nasionalisme kerakyatan. Para calon kepala daerah usai turut andil dalam program ini, tak lagi berpikir pragmatis bahwa partai politik hanyalah kendaraan politik yang memerlukan ‘biaya’ menuju pemenangan.
“Justru diharapkan berpikir partai adalah alat perjuangan bukan hanya pada saat pilkada tetapi juga pada saat terpilih dan menjabat,” tandas Iman.
PDIP secara resmi membuka sekolah partai untuk calon kepala daerah yang akan mengikuti pilkada serentak pada Minggu 28 Juni 2015 pukul 11.30 WIB. Sekolah dibuka langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Gedung DPP PDIP, Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan. (Khalied Malvino / AP)






