Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Disebut Lakukan Penghinaan Presiden, Ini Klarifikasi Menteri Rini!

by Redaksi
Juni 30, 2015
in HUKUM
Reading Time: 2min read
rini soemarmo klarifikasi dugaan penghinaan presiden dari dirinya

Menteri BUMN Rini Soemarmo dan Presiden Joko Widodo | Sumber foto : Liputan6

0
SHARES
76
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengkonfirmasi adanya pemberitaan terkait dirinya mengenai penghinaan Presiden ke-7 RI, Ir. H. Joko Widodo.

Rini membantah adanya tudingan yang ditujukan kepadanya. Rini mengatakan dirinya menghormati kepala negara RI. “Saya hormat sama Pak Jokowi, terlebih saya sebagai pembantu presiden,” ungkap Rini, Senin (29/6).

Ketika para kuli tinta mempertanyakan keberadaan menteri yang menghina tersebut kepada Rini, perempuan yang menjabat sebagai Tim Transisi Jokowi-JK justru enggan menanggapinya. “Sudah ya. Terimakasih,” ujarnya.

Sebagai menteri yang akan direshuffle, Rini menyatakan keputusan tersebut sepenuhnya ada di presiden. “Saya ini pembantu presiden. Kalau assessment silakan Tanya ke presiden. Saya pasrah saja,” tutur Rini.

Dugaan Penghinaan Presiden

Informasi ini tentu saja terdengar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mengungkapkan adanya menteri di Kabinet Kerja yang melakukan penghinaan Presiden. Pernyataan ini juga dipertegas politisi PDIP lainnya, yakni Masinton Pasaribu.

“Menterinya perempuan dan dari non partai,” tegas Masinton.

Masinton mengaku enggan menyebutkan nama menteri tersebut. Ia berpendapat, jika nama tersebut terlontar olehnya, hal ini bisa saja mencemarkan nama baik menteri tersebut. Masinton sendiri baru mendengar satu nama yang kedapatan melakukan penghinaan presiden.

“Aku sebut cirinya saja. Bukan dari PDIP, bukan dari partai-partai pendukung. Latar belakangnya profesional. Sektor di bawah koordinasi perekonomian,” ujar Masinton.

Politikus PDIP lainnya juga menyatakan hal senada. TB Hasanuddin mengaku sudah mendengarkan rekaman menteri yang menghina presiden. Namun, lagi-lagi politikus senior ini enggan menyebutkan nama.

“Itu sangat disesalkan. Apalagi itu dilakukan pembantu Presiden. Tapi saya enggak akan mau sebut nama,” ujar TB Hasanuddin di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (29/6).

TB Hasanuddin menyatakan ada satu menteri yang menghina presiden. Ia mengatakan dalam rekaman tersebut, hanya satu di depan. “Anggap saja audience menteri,” terang Hasanuddin.

Wakil Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Johnny G Plate menambahkan, presiden mempunyai rekaman tersebut, sehingga pernyataan Mendagri dapat dipertanggungjawabkan.

“Presiden sudah mendapat rekaman pembicaraannya jadi kita tunggu keputusan presiden agar tidak ada fitnah,” tegas Johnny.

Dia menilai menteri yang melakukan penghinaan presiden tersebut memang tidak layak dijadikan sebagai pembantu Presiden. Namun, dia menyerahkan sepenuhnya ke Presiden akan mencopot atau malah mempertahankan menteri itu.

“Reshuffle hak prerogatif Presiden. Hanya kita membutuhkan kabinet yang solid dan mampu menterjemahkan visi dan misi presiden dalam program pembangunan negara dan jalannya pemerintahan,” pungkas Johnny. (Khalied Malvino / AP)

Tags: jokowiMenteri BUMNRini Soemarno
Previous Post

PDIP Buka Sekolah Partai Politik, Anda Tertarik?

Next Post

Yuk Lihat Keindahan Kampung Terapung Torosiaje

Related Posts

JAN Apresiasi Polda Jatim dan BNN Gagalkan 3,37 Ton Ganja Vape, Selamatkan 10 Juta Jiwa
HUKUM

JAN Apresiasi Polda Jatim dan BNN Gagalkan 3,37 Ton Ganja Vape, Selamatkan 10 Juta Jiwa

Juli 4, 2026
JAN: HUT ke-80 Jadi Momentum Evaluasi, Kapolri Ajak Publik Beri Masukan
HUKUM

JAN: HUT ke-80 Jadi Momentum Evaluasi, Kapolri Ajak Publik Beri Masukan

Juni 29, 2026
Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”
HUKUM

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Juni 9, 2026
RUU Polri Ramai Diperbincangkan, Tapi Benarkah Publik Sudah Baca Utuh?
HUKUM

RUU Polri Ramai Diperbincangkan, Tapi Benarkah Publik Sudah Baca Utuh?

Juni 6, 2026
Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi
HUKUM

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Mei 26, 2026
RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara
HUKUM

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Mei 21, 2026

TERKINI

CNG Jadi Alternatif LPG 3 Kg, Gagas Nusantara: Ini Kabar Baik untuk Rumah Tangga dan Ketahanan Energi

Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat

Gerindra Hormati Putusan MK: Pilkada Langsung Tetap Amanah Reformasi

JAN: Ajakan Kapolri Jaga Persatuan Adalah Sikap Kenegarawanan yang Tepat

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

TERPOPULER

CNG Jadi Alternatif LPG 3 Kg, Gagas Nusantara: Ini Kabar Baik untuk Rumah Tangga dan Ketahanan Energi

Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat

Gerindra Hormati Putusan MK: Pilkada Langsung Tetap Amanah Reformasi

JAN: Ajakan Kapolri Jaga Persatuan Adalah Sikap Kenegarawanan yang Tepat

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved