Jakarta, IndonesiaVisioner-. Meninggalnya terduga teroris Siyono dalam keadaan tidak wajar menimbulkan banyak tanda tanya, sehingga banyak pihak yang mendesak agar dilakukan otopsi ulang janazah almarhum Siyono.
Namun dalam prosesnya masih terdapat penolakan dan intimidasi dari sejumlah kalangan.
Temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendapatkan hampir setiap hari keluarga siyono menerima intimidasi. Bahkan intimidasi tidak cuma dari pihak-pihak yang tidak dikenal, namun juga dari masyarakat sekitar.
Siane Indriani Komisioner Komnas HAM ini mengungkapkan keluhan dari Suratmi istri Siyono bahawa adanya intimidasi yang hampir setiap hari diterima keluarga dari berbagai pihak. Intimidasi yang diterima terus memaksa Suratmi merelakan kepergian Suyono, serta mengurungkan niat untuk mengautopsi jenazah Suyono. Beber Siane.
“Intinya intimidasi meminta Suratmi ikhlas atas kepergian suaminya, dan tidak melakukan otopsi ke jenazah Suyono,” katanya saat jumpa pers di MUI, Rabu (30/3).
Intimidasi dilakukan dengan memberikan keluarga Suyono uang, dan diduga kuat dilakukan oleh orang-orang yang sebelumnya menjemput Suratmi. Meski tidak tahu jumlah pasti uang, ia menjelaskan uang terdiri dari dua tumpukan, yang dimaksudkan untuk pemakaman Suyono dan perawatan anak-anak yang ditinggalkan.
Siane menabahkan, apabila alasan permintaan otopsi dari Suratmi yang baru dilakukan dipertanyakan, itu dikarenakan pihak keluarga takut dan masih terpukul akan kepergian Suyono yang mendadak. Bahkan, Suratmi mengaku gemetar dan ketakutan ketika diberikan tumpukan uang, lantaran tidak pernah memegang uang sebanyak itu.
“Suratmi tak pernah menggunakan sepeserpun uang tersebut, uangnya juga sudah diserahkan ke Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas” jelas Siane.
Terkait jumlah uang, masih belum mengetahui secara pasti, dan menyerahkan itu kepada kuasa hukum Suratman. Tutupnya (MR. Vis)






