Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

PT PLN (Persero) Dihimbau Prioritaskan Penggunaan Gas di Pembangkit Listrik

by Aulia Rachman Siregar
Juli 13, 2016
in Migas, Nasional
Reading Time: 2min read
PT PLN (Persero) Dihimbau Prioritaskan Penggunaan Gas di Pembangkit Listrik
0
SHARES
148
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

INDONESIA VISIONER, Jakarta – PT PLN (Persero) diminta tak lagi memakai bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar pada proyek pembangkit listrik dan memprioritaskan penggunaan gas yang memiliki pasokan lebih melimpah, efisien, dan ramah lingkungan.

Ketergantungan pada Solar dikhawatirkan bisa menekan neraca keuangan karena Indonesia kini berstatus sebagai pengimpor BBM.

Pengamat Energi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) dan Peneliti Pusat Kajian Ekonomi Politik Universitas Bung Karno Salamudin Daeng mengatakan, penggunaan gas untuk pembangkit sudah harus menjadi prioritas. Ini karena dari sisi ketersediaan, pasokan gas di dalam negeri masih sangat besar. “Ketersediaan gas kita setara 1,5 juta barel per hari,” ujar dia, Selasa (12/7/2016).

Dengan ketersediaan sebesar itu, lanjut Daeng, sudah seharusnya mayoritas mega proyek listrik sebesar 35.000 MW memakai sumber energi gas. Terkait ini, pemerintah juga harus memperjelas kebijakan soal gas dengan mengkaji ulang alokasi bagi pasar ekspor agar pasokan untuk pembangkit lebih terjamin.

Adapun pemakaian Solar pada pembangkit PLN masih sangat besar. Tahun lalu, masih mencapai 3,7 juta kilo liter dan pernah menembus 11 juta kilo liter (kl) di 2011.

Secara hitungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat, penggunaan gas pada pembangkit listrik ikut menurunkan biaya pokok produksi (BPP) listrik. Dengan menggunakan BBM, BPP listrik bisa mencapai Rp 2.200 per kilowatt hour (kWh).

Sementara dengan gas (BPP) sebesar Rp 1.300-1.400 per kWh, bahkan bisa lebih rendah lagi hingga Rp 1.200 per kWh.  Artinya, jika memilih gas untuk pembangkit, PLN bisa menghemat anggaran cukup signifikan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya mengakui, penggunaan gas pada pembangkit listrik  berkapasitas 200 MW, bisa menghemat anggaran Rp 4 miliar per hari atau Rp 1,46 triliun per tahun. Tentu saja, bila kapasitas pembangkit lebih besar dari 200 MW, penghematan pun akan lebih signifikan.

PLN  tercatat berpengalaman mengkonversi pemakaian Solar menjadi gas. Seperti pada PLTU di Tambak Lorok, Jawa Tengah. Begitu PLTU ini teralirkan gas dari Blok Kepodang, PLTU ini mempu menghemat hingga Rp 2 triliun per tahun.

“Dengan gas, sudah pasti itu akan menghemat impor BBM. Dengan gas pula, berarti banyak yang bisa dijawab oleh pemerintah karena selama ini defisit akibat impor BBM. Dengan gas ekonomi lebih efisien,” tegas dia.

Dalam konteks kebutuhan energi domestik di masa depan, kata Daeng, penggunaan gas untuk pembangkit listrik lebih masuk akal ketimbang terus menerus menggunakan solar.

Agar itu bisa diterapkan, maka harus ada regulasi seperti peraturan di bawah undang-undang yang memerintahkan atau prioritas terhadap pembangkit baru untuk menggunakan gas. (SKM-VIS)

Previous Post

Kohati PBHMI mendorong kebijakan RUU penghapusan kekerasan seksual

Next Post

Sejenak Lupakan Kasus Pajak, Messi Bahagia Menikmati Liburan Keluarga

Related Posts

Dasco Pimpin Koordinasi BI dan Pemerintah, Dua Jurus Strategis Jaga Stabilitas
Nasional

Dasco Pimpin Koordinasi BI dan Pemerintah, Dua Jurus Strategis Jaga Stabilitas

Juni 6, 2026
“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas
Nasional

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

Juni 3, 2026
Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas
Daerah

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Mei 26, 2026
Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana
Nasional

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

Mei 21, 2026
Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

April 27, 2026
Timur Tengah Kembali Panas, Rupiah & Mata Uang Asia Lemas
Ekonomi

Gejolak Harga Energi Berlanjut, Rupiah Masih Tertekan

April 27, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

TERPOPULER

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved