Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Tidak Ditindak, Gratifikasi di BPJS TK Naik

by Visioner Indonesia
Januari 24, 2019
in Peristiwa
Reading Time: 1min read
Tidak Ditindak, Gratifikasi di BPJS TK Naik

JAKARTA – Dalam kurun waktu 2 tahun Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) terus mengalami peningkatan penerimaan gratifikasi yang cukup signifikan. Total nilai yang didapat mencapai sekitar Rp 905 juta.

Pada 2016 BPJS Ketenagakerjaan telah memiliki 312 petugas yang menjadi tunas integritas untuk mencegah kasus korupsi di internal BPJS. Meski penerimaan gratifikasi tersebut meningkat setiap tahunnya namun belum pernah ada penindakan atas kasus tersebut.

Dirut BPJS TK Agus Susanto mengatakan bahwa jumlah gratifikasi yang diterima bertambah tiap tahunnya. Pemberian bingkisan makin banyak. “Berarti tunas integritas berfungsi, banyak yang lapor ada gratifikasi dan bertambah itu bagus,” kata Agus saat ditemui di Denpasar, Bali, Rabu (23/1/2019).

Data penerimaan gratifikasi pada 2016, tercatat 89 laporan dengan total 523 item barang senilai Rp 308 juta dan USD 868. Memasuki 2017, penerimaan gratifikasi meningkat menjadi 96 laporan dengan total 695 item barang, meski demikian nilainya menurun menjadi Rp 88 juta. Di tahun 2018, jumlah penerimaan gratifikasi hampir melonjak dua kali lipat menjadi 152 laporan dengan total 1.540 item barang senilai Rp 544 juta.

Dalam pernyataan persnya di Jakarta (24/1) Hery Susanto Koordinator Nasional Masyarakat Peduli Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Kornas MP BPJS) mengatakan mestinya Dirut BPJS TK tidak sekedar menerapkan pelaporan kasus gratifikasi tanpa bentuk konkrit berupa tindakan hukum secara konkrit.

“Meningkatnya gratifikasi di BPJS TK karena tidak ada aspek penindakan hukum, kalau cuma pelaporan administrasi saja itu sama dengan formalitas, makanya tidak ada efek jera,” kata Hery Susanto.

Hery Susanto mengatakan agar pihak BPJS TK mustinya berani segera tindak dan laporkan bagi pelaku gratifikasi itu, baik dari internal maupun eksternal. Pelaporan temuan gratifikasi yang disampaikan pihak BPJS TK itu masih relatif kecil, dibanding dengan dana kelolaan BPJS TK yang sudah tembus Rp 300 an triliun lebih.

“Dirut BPJS TK jangan cuma menghimbau agar petugasnya menolak gratifikasi dan mitra kerjanya tidak memberikan imbalan apapun kepada petugasnya, sebab gratifikasi naik berarti ada peluangnya dan itu harus ditindak secara hukum, berani tidak,” pungkasnya.

Previous Post

GEMPA – WN Tuntut DPR Aceh Untuk Perkuat Lembaga Wali Nanggroe

Next Post

Ismail Bahta : Pentingnya Jaga Persaudaraan di musim politik.

Related Posts

Kepala BGN Apresiasi Inovasi Detektor Makanan Basi dari BRIN: “Kami Butuh Alat Ini!”
Lifestyle

Kepala BGN Apresiasi Inovasi Detektor Makanan Basi dari BRIN: “Kami Butuh Alat Ini!”

Agustus 27, 2026
Polemik Hijab di Unhan Tak Perlu Berlarut, Aturan Sudah Jamin Hak Kadet
Peristiwa

Polemik Hijab di Unhan Tak Perlu Berlarut, Aturan Sudah Jamin Hak Kadet

Agustus 25, 2026
Prabowo Janji Naikkan Pangkat Pangdam dan Kapolda Riau Jika Karhutla Tuntas
Peristiwa

Prabowo Janji Naikkan Pangkat Pangdam dan Kapolda Riau Jika Karhutla Tuntas

Agustus 24, 2026
90 Persen Karhutla di Kalimantan Disebut Disengaja untuk Buka Lahan Sawit, Menteri LH: “Ini Kejahatan Terencana”
Daerah

90 Persen Karhutla di Kalimantan Disebut Disengaja untuk Buka Lahan Sawit, Menteri LH: “Ini Kejahatan Terencana”

Agustus 23, 2026
BNPB: Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, 161 Ribu Warga Mengungsi
Daerah

BNPB: Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, 161 Ribu Warga Mengungsi

Agustus 23, 2026
Ironis, Baru 64 Persen Tenaga Kesehatan yang Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan
Peristiwa

Ironis, Baru 64 Persen Tenaga Kesehatan yang Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Agustus 22, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kepala BGN Apresiasi Inovasi Detektor Makanan Basi dari BRIN: “Kami Butuh Alat Ini!”

Menkes Budi Siapkan Insentif Rp30 Juta untuk Atasi Krisis Dokter Gigi

Sidang Banding Terakhir, Nadiem Harap Hakim Ambil Keputusan Berdasarkan Hati Nurani

KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 30 Hari, Penyidikan Kasus Imigrasi Berlanjut

Massa AMPB Bubar Usai Dapat Komitmen DPR: “Sampai Bertemu Desember!”

“Saya Mau Jadi Warga NU!” Prabowo Minta KTA ke Gus Yahya, Janji Datang Lagi di Penutupan

TERPOPULER

Kepala BGN Apresiasi Inovasi Detektor Makanan Basi dari BRIN: “Kami Butuh Alat Ini!”

Menkes Budi Siapkan Insentif Rp30 Juta untuk Atasi Krisis Dokter Gigi

Sidang Banding Terakhir, Nadiem Harap Hakim Ambil Keputusan Berdasarkan Hati Nurani

KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 30 Hari, Penyidikan Kasus Imigrasi Berlanjut

Massa AMPB Bubar Usai Dapat Komitmen DPR: “Sampai Bertemu Desember!”

“Saya Mau Jadi Warga NU!” Prabowo Minta KTA ke Gus Yahya, Janji Datang Lagi di Penutupan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved