Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Pelajaran dari Masa Lalu: Langkah Industri Hari ini

by Visioner Indonesia
Januari 10, 2021
in Artikel
Reading Time: 3min read
Pelajaran dari Masa Lalu: Langkah Industri Hari ini
0
SHARES
60
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Wakid Attamimi
Ekonomi umm
University of muhammaddiah Malang

Pertengahan tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi segala jenis industri di indonesia, tak peduli skala dari industri tersebut, pasalnya dengan dilakukannya pembatasan sosial berskala besar menghambat pertumbuhan ekonomi dengan cara yang tidak biasa, berakibat langsung pada rantai distribusi, produksi dan konsumsi para pelaku ekonomi yaitu masyarakat sendiri, hal ini bukan tidak pernah terjadi sebelumnya pasalnya skala dari kejadian – kejadian sebelumnya tidak sebesar kali ini, contoh saja Maut Hitam (The Black Death) tahun 1347-1352 yang melanda eropa yang mampu menghambat pertumbuhan demografi sampai 100 tahun lebih, dikutip dari david routt (2008), maut hitam mengembalikan populasi eropa ke tahun 1100, The black death menghentikan pertumbuhan demografi penduduk dalam waktu yang cukup lama,Baru sekitar 1450, atau bahkan 1550—akhir Abad Pertengahan sekaligus awal Renaisans—populasi tumbuh lagi. Kendati jumlah kematian tak diketahui pasti, Maut Hitam kerap disebut pembawa kematian terbesar sepanjang sejarah.

Masalah utama dari sebuah bencana adalah berkurang nya populasi secara drastis hal ini berkaitan langsung dengan kegiatan ekonomi, angka kematian yang tinggi menurunkan suplay tenaga kerja dalam kondisi parah mampu menghancurkan perusahaan-perusahaan besar misalnya tenaga kerja yang awalnya di bayar murah akan meningkat dua sampai tiga kali lipat karena suplaynya yang sedikit, hal ini teramati masih di tahun yang sama saat merebaknya black death oleh Routt (2008) tentu naiknya upah buruh bukan berarti meningkatnya kesejahteraan umum, meningkatnya suplay uang yang tidak di ikuti dengang produksi barang hanya berarti satu hal, inflasi. Dengan demikian daya beli pun menurun karena petani lebih baik akan menyimpan uangnya sampai harga- harga menjadi murah daripada membelanjakannya, selain kegiatan ekonomi yang tercatat adalah kegiatan sosial ekonomi adalah segala keadaan sosial yang melatarbelakangi terjadinya kegiatan ekonomi misalnya hubungan antara industri atau relasi pekerja pendatang dan pekerja asli menghasilkan gejala - gejala sosial seperti orang yahudi yang selalu di tuduh meracuni sumber air masyarakat pada masa itu.

Tentu tingkat kematian akibat pendemi dimasa modern ini bisa diantisipasi dengan lebih baik oleh pemerintahan mengingat kita memiliki better propert tools namun ekonomic shock  tidak terhindarkan, selain itu akibat ekonomi pada keberlangsungan industri tertentu, mari kita perhatikan berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintahan untuk meyelamatkan industri yang terpapar gejala penghambatan pertumbuhan ekonomi 
  1. Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat memberikan supsidi atau menghambat penerimaan pajak tahunan sehinga industri mampu mengakumulasi pendapatan untuk mempertahankan produksi saat pendapatan menurun, namu tentu di butuhkan perhitungan yang tepat sehinga tidak berakibat fatal pada penerimaan pajak negara.
  2. Melalui kebijakan fisikal pemerintah dapat mengalokasikan dana yang terbuang sia-sia pada program yang tidak tepat sasaran seperti kartu prakerja yang secara ilmiah bahkan tidak dapat dibuktikan kebermanfaatanya.
  3. Pemerintah dapat mengkonsentrasikan penyelamatan usaha pada industri – industri vital untuk keberlangsungan ekonomi seperti industri yang bersifat produksif seperti pertania,perikanan dan ketahanan pangan, selanjutnya industri pengelolaan sumberdaya alam yang memberikan nilai tambah pada bahan mentah seperti industri pengelola kayu dan besi.

Dari ketinga pendekatan tadi kemudian dapat diatur berbagai kebijakan yang bersifat fleksibel dan responsif sehinga pemerintahan dapat mengantisipasi perlambatan pertumbuhab ekonomi dan menormalisasi kegiatan ekonomi, tentu semuanya takan bisa kembali seperti semula setelah selesai dengan kebijakan ekonomi dan mekanisme pelaksaanya peerintahan harus berkonsentrasi pada akibat sosiol – ekonomi yang timbulkan oleh pademi berikut beberapa hal yang perlu diantisipasi.

  1. Bersitegang anatar umat beragama yang diakibatkan oleh ketimpangan ekinomi sehinga muncul pihak – pihak yang memanfaatkan isu tersebut untuk mendapatkan dominasi sosial tertentu.
  2. Pemerintah harus mampu menjamin masyarakat mendapatkan manfaat dari segala kebijakan dan program yang telah disiapkan pemerintahan untuk menangani pademi tersebut.
  3. Pemerintah harus mampu mengeliminasi berbagai tindak kejahatan, dan potensi kekacauan.

Rancangan pendekatan tersebut merupakan rancaangan yang dimanfaatkan oleh negara – negara lepas landas dalam merespon bencana dalam negeri hal ini secara garis besar dapat disesuaikan dengan sekala seperti hari ini.

Previous Post

PB SEMMI : Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182, Pemerintah Perlu Evaluasi Dan Eliminasi

Next Post

Ngabalin Minta Maaf Posting Konten Hoaks, LBH PB SEMMI : Boleh Minta Maaf Tapi Tetap Dapat Diproses Secara Hukum

Related Posts

BGN Kaji Efesiensi Anggaran
Artikel

Audit Triliunan dan Rapuhnya Negara: Mengapa Kebocoran Fiskal Terus Berulang?

April 23, 2026
Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?
Artikel

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?

April 6, 2026
Artikel

Operasi Besar Polri dan Ricuh Bandung: Mengantisipasi Bola Liar Gerakan Mahasiswa

September 2, 2025
Artikel

BPS jangan bahayakan Ekonomi dengan data yang Unreliable

Agustus 9, 2025
Artikel

KP3 POLRI Dorong Wakapolri Baru Penuhi Kriteria “MAMPU” untuk Transformasi Polri

Juni 16, 2025
AI Turun Tangan, Pengangguran Berhamburan
Artikel

AI Turun Tangan, Pengangguran Berhamburan

Juli 15, 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Rogojampi Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Kader

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

TERPOPULER

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Rogojampi Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Kader

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved