
Jakarta (Visioner) – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT PLN (Persero) mengerahkan lebih dari 12.700 pegawai dan relawan dalam program Zero Waste Warriors serta Green Employee Involvement. Aksi bersih lingkungan ini digelar serentak di 56 titik se-Indonesia pada Kamis (12/6/2025) hingga Jumat (13/6/2025), meliputi pantai, waduk, sungai, dan kawasan kerja PLN .
Program ini bukan sekadar pembersihan rutin, tetapi juga difokuskan pada pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna—seperti furnitur, batako, hingga pupuk cair. PLN juga memberikan edukasi kepada masyarakat lokal dan masyarakat di sekitar lokasi aksi untuk meningkatkan kesadaran akan pemilahan dan ekonomi sirkular .
Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, menyambut baik inisiatif ini dan menilai bahwa digitalisasi hijau semacam ini memberikan dampak nyata. “Langkah PLN membersihkan 56 lokasi sekaligus dan merubah sampah menjadi barang bernilai adalah contoh ESG yang aplikatif dan powerful,” katanya.
Aksi ini mendapat apresiasi dari komunitas lingkungan, pemerintah daerah, dan generasi muda. Di Pangkalpinang, misalnya, pejabat daerah memuji keterlibatan relawan dan pegawai PLN yang turut mengkampanyekan pengurangan plastik melalui aksi nyata . Ratusan ton sampah berhasil dikumpulkan dan didaur ulang menjadi produk ekonomi lokal.
Romadhon menekankan perlunya keberlanjutan program ini agar tidak berhenti pada momentum. “PLN harus membangun sistem monitoring dan target tahunan: misalnya 500 ton sampah per lokasi, serta pelaporan transparan agar masyarakat tahu progressnya,” ujarnya.
Lebih jauh, PLN dikabarkan memperluas program ke lokasi terpencil dan melibatkan berbagai kalangan seperti komunitas cosplay di Makassar yang turut serta dalam aksi bersih pantai. Strategi seperti ini dinilai berhasil menarik perhatian masyarakat umum .
Romadhon juga mengusulkan agar PLN menggandeng startup teknologi dan penyedia solusi daur ulang industri untuk memperluas dampak nilai ekonomi dari sampah. “Program ini bisa lebih maju lagi lewat kemitraan, misalnya sampah plastik bisa diolah menjadi bahan baku energi terbarukan atau bioplastik,” tambahnya.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup ini mengingatkan bahwa tanggung jawab BUMN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga menjaga planet. PLN terlihat semakin serius dalam menjalankan peran triple bottom line: People, Planet, Profit, melalui aksi nyata dan nilai ekonomi sosial.
Romadhon menutup harapannya dengan optimisme. “Jika PLN membawa semangat zero waste setiap bulan, bukan hanya sekali setahun, mereka bisa menjadi pelopor ekosistem hijau di Indonesia,” pungkasnya.


