
JAKARTA VISIONER — mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Bangsa kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Kamis, 24 Juli 2025. Aksi ini merupakan kelanjutan dari gelombang protes sebelumnya dan menjadi bagian dari Seruan Aksi Jilid II, sebagai bentuk tekanan publik terhadap lambannya penindakan hukum atas dugaan praktik korupsi yang menyeret nama pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries A. Paewai. 25/07/2025
Dalam orasinya, para mahasiswa menduga Aries A. Paewai terlibat dalam sejumlah pelanggaran berat, baik secara etika maupun hukum, terutama dalam hal pengelolaan anggaran dan proyek-proyek pengadaan yang disinyalir fiktif. Mereka menyebutkan bahwa praktik korupsi yang diduga dilakukan telah merugikan keuangan negara, khususnya di sektor pendidikan yang sangat vital bagi masa depan generasi provinsi Jawa timur.
“Kami datang ke KPK dan BKN hari ini karena sudah terlalu lama aparat membiarkan kasus ini menggantung. Nama Aries A. Paewai mencuat dalam sejumlah laporan pelanggaran, mulai dari dugaan proyek fiktif, penggelembungan anggaran, hingga penyalahgunaan jabatan,” ujar Faris, Koordinator Aksi.

Massa mendesak Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk segera mencopot Aries A. Paewai dari jabatannya karena dianggap telah mencederai prinsip profesionalitas dan integritas ASN (Aparatur Sipil Negara). Mereka menilai, selama Aries masih aktif menjabat, potensi intervensi terhadap proses penyelidikan dan hilangnya alat bukti sangat mungkin terjadi.
“ kami disini menagih integritas dan Profesionalitas KPK sehingga jangan tebang pilih dalam penegakan hukum karena kami menginginkan pendidikan Jawa timur yang berkualitas dan kualitas pendidikan Jawa timur ditentukan oleh dinas pendidikan namun justru sekarang terdapat persoalan tang sangat prihatin di tubuh dinas pendidikan peovinsi Jawa timur”
Sementara itu, tekanan utama juga diarahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Massa meminta lembaga antirasuah itu untuk segera turun tangan dan membuka penyelidikan secara menyeluruh atas dugaan korupsi yang melibatkan Aries. Menurut mereka, KPK tidak boleh menunggu laporan resmi dari lembaga lain jika sudah ada cukup indikasi publik dan tekanan masyarakat.
“KPK harus memeriksa Aries A. Paewai. Jangan biarkan korupsi di sektor pendidikan dibiarkan tanpa proses hukum. Ini soal masa depan anak bangsa, bukan sekadar anggaran,” tegas salah satu orator mahasiswa dalam aksinya.
Tak hanya lembaga pusat, mahasiswa juga menyoroti peran Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang dinilai belum mengambil tindakan tegas atas masalah ini. Mereka mendesak Gubernur untuk segera mencopot Aries dari seluruh jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sebagai bentuk komitmen melawan korupsi dan menjaga marwah tata kelola pemerintahan daerah.
Lebih lanjut, Aliansi Mahasiswa juga meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Inspektorat Jenderal untuk turun melakukan audit investigatif terhadap seluruh proyek pengadaan yang pernah ditangani oleh Aries A. Paewai selama masa jabatannya. Mereka khawatir, banyak proyek bermasalah yang tidak terungkap ke publik karena lemahnya sistem pengawasan internal.

“Kami tidak hanya menuntut penegakan hukum, tapi juga pertanggungjawaban moral dari pejabat publik. Pendidikan adalah hak rakyat. Jangan biarkan anggarannya dijadikan lahan bancakan,” tutup Faris dalam orasinya.
Mereka juga akan terus melanjutkan aksi dengan eskalasi yang lebih besar jika KPK dan BKN tidak segera merespons tuntutan ini secara konkret.
