Jakarta, – Pagi ini, Senin (13/7), ancaman bom mengguncang SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pesan WhatsApp berisi klaim 11 titik bom diterima guru dan staf TU saat upacara MPLS berlangsung. Polri langsung bergerak cepat tanpa menunggu kepanikan meluas.
Tim Gegana dan Densus 88 diterjunkan ke lokasi. Penyisiran berlangsung 2-4 jam dengan anjing pelacak K9. Seluruh siswa dan guru dievakuasi dengan aman. Hasilnya: dinyatakan nihil bom.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, memimpin langsung evakuasi. Koordinasi dengan Damkar, Dishub, dan koramil berjalan cepat. Tidak ada korban jiwa, suasana terkendali.
“Kami mengapresiasi kecepatan dan profesionalisme Polri. Anak-anak dan guru selamat, orang tua tidak perlu panik. Ini bukti Polri hadir dan sigap,” ujar Ketua JAN, Romadhon Jasn.
Di tengah kasus besar Jampidsus yang masih bergulir, Polri tetap fokus pada tugas utama: melindungi masyarakat. Ini adalah komitmen yang tidak boleh diabaikan.
“Polri tidak lengah meski disibukkan kasus besar lain. Mereka tetap siaga di lapangan. Itu yang membuat publik tenang,” ujar Romadhon.
JAN mengajak masyarakat tidak terprovokasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Serahkan penanganan pada Polri.
“Kami yakin Polri akan segera menangkap pelaku. Dukungan publik penting untuk menjaga semangat mereka,” kata Romadhon.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa ancaman teror masih nyata. Namun, respons cepat dan terkoordinasi Polri patut diapresiasi. Keamanan anak-anak di sekolah adalah tanggung jawab kita bersama.






