Jakarta, 5 Agustus 2026 – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara tegas menyoroti dinamika internal yang terjadi di tubuh Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) . Bahlil meminta agar organisasi sayap kepemudaan partai tersebut segera menghentikan konflik internal dan fokus memperkuat kaderisasi serta konsolidasi .
Sorotan disampaikan Bahlil menyusul adanya gejolak di internal AMPI yang dinilai dapat menghambat kinerja politik dan efektivitas pembinaan kader. Ia menyebut kondisi tersebut tidak ideal, terutama dengan seringnya terjadi pergantian pengurus .
“Organisasi-organisasi sayap, pemuda kayak AMPI ini jangan konflik terus. Apa itu? Satu kepengurusan empat kali ganti sekjen. Apa itu?” ujar Bahlil dalam keterangannya .
Bahlil mengaku tidak menemukan praktik serupa ketika dirinya aktif di organisasi tersebut. Menurutnya, pergantian pengurus yang terlalu sering menunjukkan adanya kelemahan dalam proses kaderisasi di internal AMPI .
“Dulu saya nggak pernah belajar kayak begitu di AMPI. Ilmu apa ini? Mungkin gara-gara pengaderannya juga mulai nggak jelas,” tegasnya .
Bahlil menegaskan bahwa soliditas internal merupakan syarat utama bagi organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ia meminta seluruh kader mengedepankan persatuan dan tidak memperbesar perbedaan di internal .
“Tidak akan mungkin kita bisa mencapai tujuan secara maksimal kalau di internal kita nggak kompak,” ujarnya .
Bahlil juga mengingatkan agar energi organisasi tidak dihabiskan untuk perdebatan yang tidak substantif. Ia menilai organisasi kepemudaan harus fokus mencetak kader-kader berkualitas dan mendukung agenda perjuangan Partai Golkar .
“Ngapain berdebat hal-hal yang tidak substantif? Itu malah justru memperlambat laju percepatan kita,” pungkasnya .
Sebelumnya, partai beringin memang menyoroti etika digital di tengah maraknya serangan terhadap Bahlil. Namun, langkah hukum yang diambil kader dinilai sebagai inisiatif pribadi dan murni kesadaran untuk menegakkan batas antara kritik dan penghinaan . Sekjen Golkar menegaskan tidak ada instruksi dari partai atas tindakan tersebut .






