Jakarta, 8 Agustus 2026 – Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) kembali mengancam akan memboikot turnamen yang digagas FIFA, menyusul belum pulihnya kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino. Ancaman ini muncul di tengah upaya FIFA untuk menggelar turnamen baru, meskipun format dan jadwalnya masih belum jelas.
Tensi antara UEFA dan FIFA bukanlah hal baru. UEFA selama ini konsisten mengkritik kebijakan FIFA yang dinilai mengabaikan kesejahteraan pemain, mengutamakan kepentingan komersial, dan mengancam ekosistem kompetisi domestik yang sudah mapan. Meskipun rincian spesifik tentang format turnamen yang diancam UEFA belum diungkapkan, konflik ini menunjukkan ketidakpercayaan yang mendalam terhadap arah kebijakan FIFA di bawah Infantino.
Apa yang Menjadi Sumber Ketegangan?
- Penolakan Format Turnamen Baru: UEFA menentang rencana FIFA untuk memperkenalkan turnamen baru yang dianggap akan menambah beban jadwal pemain dan mengganggu kalender internasional yang sudah padat.
- Kritik terhadap Tata Kelola FIFA: UEFA menilai proses pengambilan keputusan di FIFA tidak transparan dan terlalu terpusat pada Infantino.
- Konflik Kepentingan dan Etika: Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi gelombang kritik karena hubungan dekatnya dengan beberapa penguasa otoriter serta kebijakan yang dianggap mengancam integritas dan kemerdekaan federasi anggota.
Respons UEFA dan Reaksi FIFA
UEFA secara konsisten menyuarakan kekhawatiran mereka melalui pernyataan resmi dan pertemuan dengan FIFA. Ancaman boikot ini menjadi salah satu bentuk protes paling keras yang pernah dilakukan. Dampaknya, jika UEFA benar-benar menarik diri, hal tersebut akan sangat menurunkan nilai dan daya tarik turnamen tersebut. Publik pun menunggu apakah FIFA akan mengambil langkah untuk meredakan ketegangan atau justru semakin memaksakan agenda turnamen barunya.


