Jakarta, 9 Agustus 2026 – Badan Gizi Nasional (BGN) mengidentifikasi sekitar 950 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga tidak memenuhi standar higiene dan sanitasi. Dapur-dapur tersebut terancam ditutup secara permanen apabila terbukti tidak layak .
Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan syarat mutlak bagi setiap dapur MBG yang beroperasi . “SLHS ini saya tegaskan bukan syarat administrasi, ini syarat mutlak. Manakala dapur itu kemudian tidak layak, ya memang nol. Kalau layak, satu,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (7/8/2026) .
Tenggat dan Sanksi
BGN telah memberikan kesempatan terakhir hingga 10 Agustus 2026 bagi seluruh SPPG untuk melengkapi persyaratan SLHS melalui dinas kesehatan kabupaten atau kota setempat . Dapur yang terbukti tidak memenuhi standar hingga batas waktu tersebut akan ditutup secara permanen.
“Kalau mau sebagus apa pun ternyata secara higiene dan sanitasinya kemudian tidak layak, maka harus di-suspend permanen, kami tutup dapurnya secara permanen,” tegas Sudaryono .
Menurut Sudaryono, keberadaan dapur yang tidak memenuhi standar membahayakan keamanan, kesehatan, bahkan nyawa penerima manfaat, terutama anak-anak yang menjadi sasaran utama program MBG .
Pendampingan dan Pengaduan
Untuk membantu proses pengurusan SLHS, BGN telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh jajaran di daerah agar memberikan asistensi dan pendampingan administratif kepada mitra pengelola dapur . BGN juga membuka saluran pengaduan bagi mitra yang mengalami kendala dalam pengurusan sertifikat, seperti proses yang dinilai lambat, berbelit, atau adanya perbedaan respons dari dinas kesehatan setempat .
“Ada beberapa mitra yang sudah mengirimkan email pengaduan. Ada yang merasa dipersulit, diperlambat, ada yang merasa dipingpong. Silakan mengadu kepada kami sehingga kami bisa melihat letak permasalahannya,” kata Sudaryono .
Evaluasi Program MBG
Langkah tegas ini merupakan bagian dari pembenahan tata kelola Program MBG yang menyusul sejumlah kasus keracunan yang terjadi di beberapa daerah, seperti insiden di Semarang dan Jayapura . BGN menegaskan bahwa standar higiene dan sanitasi tidak akan diturunkan demi menjamin keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat.
“Sampai sejauh ini, kami mendapatkan laporan ada 950 dapur yang kami curigai kemungkinan besar tidak layak sanitasi dan higiene. Nanti akan kami umumkan berapa yang pasti kami tutup secara permanen,” pungkas Sudaryono .






