Jakarta, 9 Agustus 2026 – Harga sejumlah bahan pangan strategis kembali mengalami kenaikan pada perdagangan akhir pekan ini. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah melonjak signifikan hingga mendekati Rp60.000 per kilogram pada Minggu (9/8/2026) .
Kenaikan harga cabai rawit merah tercatat mencapai 6,9 persen atau Rp3.850 menjadi Rp59.650 per kilogram . Kenaikan serupa juga terjadi pada cabai merah keriting yang naik 3,92 persen menjadi Rp50.400 per kilogram, serta cabai merah besar yang naik 1,73 persen menjadi Rp49.900 per kilogram .
Komoditas beras juga mengalami kenaikan pada akhir pekan ini. Beras kualitas medium I tercatat naik 0,3 persen atau Rp50 menjadi Rp16.450 per kilogram, sedangkan beras kualitas medium II naik 0,31 persen menjadi Rp16.250 per kilogram. Pada kelas premium, beras kualitas super I naik 0,28 persen menjadi Rp17.750 per kilogram .
Inflasi beras sendiri telah berlangsung selama tujuh bulan beruntun sepanjang Januari-Juli 2026 . Harga rata-rata nasional beras medium di tingkat eceran per pekan kelima Juli 2026 tercatat Rp14.489 per kilogram, naik 0,5 persen dibandingkan Juni 2026 . Bahkan, di tingkat penggilingan, harga beras premium tercatat naik 10,02 persen secara tahunan .
Lonjakan harga cabai juga terpantau di sejumlah daerah. Di Bojonegoro, harga cabai rawit merah telah menembus Rp70.000 hingga Rp87.000 per kilogram dalam beberapa pekan terakhir . Pedagang di Pasar Wisata Bojonegoro menyebut kenaikan terjadi hampir setiap hari dengan besaran bervariasi hingga Rp15.000 per kilogram .
Perbedaan harga cabai antarwilayah cukup signifikan. Di Banyuwangi, cabai rawit justru turun dari Rp48.000 menjadi Rp40.000-Rp43.000 per kilogram, sementara cabai merah besar di wilayah itu naik dari Rp28.000 menjadi Rp32.000 per kilogram . Sementara itu, di Pasar Pinasungkulan Manado, cabai rawit merah naik menjadi Rp51.000 per kilogram dari sebelumnya Rp50.000 per kilogram .
Keluhan masyarakat pun mulai terdengar. Seorang pembeli di Bojonegoro, Fitri, mengaku kenaikan harga cabai semakin menambah beban pengeluaran rumah tangga . Kenaikan harga cabai kerap menjadi indikator tekanan inflasi pangan karena tingginya konsumsi masyarakat.
Kondisi cuaca disebut menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga cabai. Pedagang di Palembang menyebut cuaca panas yang berkepanjangan memengaruhi pertumbuhan tanaman cabai, sehingga pasokan ke pasar ikut terganggu . Meski demikian, pedagang menegaskan stok cabai di pasar masih tersedia .
Sementara itu, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Harga bawang merah dan bawang putih tercatat masih stabil, bahkan cenderung turun di sejumlah daerah . Masyarakat mendapat sedikit kelegaan karena harga telur ayam ras dan minyak goreng curah juga mencatatkan penurunan di beberapa pasar .






