Jakarta, 22 Agustus 2026 – Pemerintah berencana mengoptimalkan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai masih banyak belum produktif atau menganggur (idle). Langkah ini menjadi bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan produktivitas aset negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi .
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, mendukung penuh kebijakan ini. Menurutnya, pelibatan pihak swasta dapat menjadi solusi untuk memanfaatkan aset yang mangkrak dan memberikan nilai ekonomi bagi negara. “Ya, saya setuju. Setuju banget dengan optimalisasi aset BUMN. Karena aset BUMN itu banyak banget dan banyak yang belum dioptimalisasikan,” ujar Anggia . Ia menilai, sayang jika aset-aset yang berada di lokasi strategis tersebut terus dibiarkan tanpa manfaat.
Dukungan dan Skema Kolaborasi
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait telah menerapkan skema kolaborasi serupa dengan menggandeng PT Astra International Tbk dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk membangun sekitar 2.000 unit rumah susun (rusun) di atas lahan milik KAI . Proyek ini memanfaatkan aset BUMN yang sebelumnya kurang optimal dan didanai melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) swasta .
“Jadi aset negara di zaman Presiden Prabowo Pak, bukan berkurang, bertambah,” kata Maruarar dalam acara groundbreaking Hunian Manggarai, Jumat (21/8/2026) .
Aset yang Menganggur dan Potensi Ekonomi
Anggia Ermarini menegaskan bahwa optimalisasi aset semestinya telah dilakukan sejak lama. Namun, ia mengapresiasi arahan Presiden Prabowo untuk mempercepat langkah ini. “Sayang, banyak aset yang idle, yang nganggur dan mangkrak sebenarnya yang bisa dimanfaatkan, di-monetize. Harusnya BUMN bisa melakukan itu udah jauh-jauh kemarin-kemarin harusnya. Nah, kalau Presiden tadi ada arahan di situ, itu keren banget. Aku setuju banget jika harus kerja sama dengan swasta,” tuturnya .
Data menyebutkan terdapat sekitar 1.044 perusahaan pelat merah, termasuk anak dan cucu usaha, yang dikelola Danantara . Dari jumlah tersebut, kontribusi BUMN masih rendah. Bahkan, 52% BUMN tercatat mengalami kerugian hingga Rp50 triliun per tahun akibat inefisiensi pengelolaan . Pengamat ekonomi menilai pendekatan Danantara membawa perubahan dari pola pengelolaan aset yang sebelumnya administratif menuju portfolio governance dan value creation .
Komitmen dan Target
Presiden Prabowo Subianto dalam pidato penyampaian RAPBN Tahun Anggaran 2027 menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat optimalisasi aset BUMN . Pemerintah akan menggandeng pihak swasta agar aset-aset strategis BUMN yang besar tidak dibiarkan ‘tidur’ atau tidak produktif, serta menutup ratusan BUMN yang tidak efisien .
Dengan pengelolaan yang lebih profesional, aset negara yang selama ini menjadi beban diharapkan dapat berubah menjadi sumber pendapatan baru bagi negara dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional .






