Jakarta, 29 Agustus 2026 – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah sebanyak 16.394 jiwa. Dengan penambahan ini, total pengungsi saat ini mencapai 192.303 orang.
Penambahan ini bukan disebabkan oleh gelombang pengungsian baru, melainkan hasil validasi data, khususnya di Kabupaten Ngada. “Di mana selama ini data-data yang hadir kepada kami itu kurang update, kurang valid, sehingga dilakukan validasi,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.
Setelah validasi, jumlah pengungsi di Ngada melonjak drastis dari 3.259 orang menjadi 21.552 orang.
Data Korban dan Bantuan
Hingga Sabtu (29/8), jumlah korban meninggal dunia tercatat tetap 111 orang, dengan rincian 43,6% laki-laki dan 56,4% perempuan. Kelompok usia lanjut (lansia) mendominasi korban jiwa.
BNPB juga mencatat sebanyak 89.618 rumah rusak di tujuh kabupaten terdampak. Sebanyak 3.627 kepala keluarga di Sikka telah dipulangkan, sehingga posko dan dapur umum dialihkan ke Pulau Palue.
Status tanggap darurat diperpanjang hingga 12 September 2026. BMKG mencatat 9.278 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,0, 153 di antaranya dirasakan masyarakat.
Total bantuan logistik yang terkirim mencapai 1.916 ton. Seluruh kebutuhan dasar seperti air bersih, makanan, dan selimut terus dipenuhi bagi para pengungsi di lokasi pengungsian terpusat maupun mandiri.






