Indonesia Visioner
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
  • COMPANY PROFILE
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

KPK Duga Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Terjadi di Kampus Lain

by Visioner Indonesia
September 1, 2026
in HUKUM
Reading Time: 2min read
KPK Duga Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Terjadi di Kampus Lain

Jakarta, 1 September 2026 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga praktik korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru (PMB) tidak hanya terjadi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Lembaga antirasuah mencurigai modus serupa berpotensi terjadi di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) lainnya dengan sistem yang sama.

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengungkapkan, pihaknya tengah menelusuri indikasi serupa di beberapa PTN. Dugaan ini muncul setelah terungkap kasus di Unsoed yang melibatkan enam tersangka, termasuk Rektor Akhmad Sodiq.

“Kami tidak menutup kemungkinan praktik ini terjadi di kampus lain. Saat ini kami masih melakukan pendalaman,” ujar Taufik dalam keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Senin (31/8/2026).

Modus Serupa di Kampus Lain

KPK mendapati adanya pola serupa dalam kasus Unsoed, di mana jalur mandiri dimanfaatkan sebagai ladang korupsi. Belum ada konfirmasi resmi mengenai kampus mana yang sedang dalam penyelidikan.

Temuan KPK sebelumnya menunjukkan sejumlah celah yang rentan dimanfaatkan di banyak PTN:

  1. Sistem BLU yang Longgar: Status Badan Layanan Umum (BLU) memberikan otonomi dalam pengelolaan keuangan yang berpotensi menjadi celah penyalahgunaan wewenang.
  2. Akses Tanpa Pengawasan: Kasus di Unsoed menunjukkan praktik jual-beli kursi terjadi dengan sistem otorisasi yang tidak diawasi.
  3. Maraknya Pengepul dan Peran Guru: Oknum guru bertindak sebagai perantara, menawarkan kelulusan dengan harga bervariasi mulai Rp50 juta hingga Rp500 juta per orang.

DPR dan Aktivis Dorong Reformasi

Anggota Komisi X DPR Habib Syarief Muhammad mendorong reformasi total sistem PMB. “Penerimaan mahasiswa harus transparan, objektif, dan akuntabel. Jangan sampai kesempatan kuliah ditentukan oleh uang atau hubungan,” tegasnya.

Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji menilai kasus Unsoed menjadi momentum pemerintah mengevaluasi jalur mandiri. “Sistem berbasis teknologi dapat mempersempit potensi suap dan harus ada posko pengaduan bagi calon mahasiswa,” ujarnya.

Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) mengajukan tujuh rekomendasi, termasuk mewajibkan PTN membuka kuota dan hasil seleksi secara publik, serta memisahkan fungsi seleksi dan penerimaan pembayaran.

Kasus Unsoed Jadi Gerbang Pengembangan

KPK masih mendalami kasus Unsoed untuk membongkar jaringan yang lebih luas. Hingga kini, KPK telah menahan enam tersangka, termasuk mantan Kepala Bagian Akademik Eko Sumanto dan pihak swasta yang menjadi pengepul calon mahasiswa.

Kasus Unsoed menjadi peringatan bagi seluruh PTN di Indonesia. KPK mengoordinasikan hasil penyidikan dengan Kedeputian Pencegahan untuk menutup celah korupsi.

“Modus dan titik-titik rawan akan kami sampaikan untuk dilakukan penguatan, atau bahkan secara frontal dihapus jalur mandirinya,” pungkas Taufik.

Previous Post

Polri Dinilai Berhasil Cegah Eskalasi Kerusuhan Saat Demonstrasi 27 Agustus

Next Post

Warga Tewas Setelah Demo 27 Agustus, Kompolnas: Harus Diusut Tuntas!

Related Posts

Muhadjir Effendy Akui Teken Surat Pengalihan Kuota Haji di Sidang Korupsi
HUKUM

Muhadjir Effendy Akui Teken Surat Pengalihan Kuota Haji di Sidang Korupsi

September 1, 2026
UU ITE Digugat ke MK: Kewenangan Pemerintah Putus Akses Dinilai “Cek Kosong”
HUKUM

UU ITE Digugat ke MK: Kewenangan Pemerintah Putus Akses Dinilai “Cek Kosong”

September 1, 2026
Romli Atmasasmita: Sistem Presisi Polri Terbukti Efektif, JAN: Modal Kuat Jaga Kepercayaan Publik
HUKUM

Romli Atmasasmita: Sistem Presisi Polri Terbukti Efektif, JAN: Modal Kuat Jaga Kepercayaan Publik

September 1, 2026
Amran “Bersih-bersih” Kementan, 13 Pejabat Dicopot Gara-gara Judol!
HUKUM

Amran “Bersih-bersih” Kementan, 13 Pejabat Dicopot Gara-gara Judol!

September 1, 2026
Ibam Kecewa Vonis Nadiem Diperberat: “Keadilan Bukan Ditentukan Suara Mayoritas!”
HUKUM

Ibam Kecewa Vonis Nadiem Diperberat: “Keadilan Bukan Ditentukan Suara Mayoritas!”

September 1, 2026
Warga Tewas Setelah Demo 27 Agustus, Kompolnas: Harus Diusut Tuntas!
HUKUM

Warga Tewas Setelah Demo 27 Agustus, Kompolnas: Harus Diusut Tuntas!

September 1, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke TNI Tertinggi, DPR Terendah

Irjen Agus Suryonugroho Purnabakti: Seragam Polantas Adalah Janji kepada Masyarakat

Muhadjir Effendy Akui Teken Surat Pengalihan Kuota Haji di Sidang Korupsi

Ario Soejono, Putra Tulungagung yang Jadi Menteri Pertama di Pemerintahan Belanda

Skotlandia Didesak Terapkan Penuh Boikot dan Sanksi terhadap Israel

UU ITE Digugat ke MK: Kewenangan Pemerintah Putus Akses Dinilai “Cek Kosong”

TERPOPULER

Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke TNI Tertinggi, DPR Terendah

Irjen Agus Suryonugroho Purnabakti: Seragam Polantas Adalah Janji kepada Masyarakat

Muhadjir Effendy Akui Teken Surat Pengalihan Kuota Haji di Sidang Korupsi

Ario Soejono, Putra Tulungagung yang Jadi Menteri Pertama di Pemerintahan Belanda

Skotlandia Didesak Terapkan Penuh Boikot dan Sanksi terhadap Israel

UU ITE Digugat ke MK: Kewenangan Pemerintah Putus Akses Dinilai “Cek Kosong”

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
  • COMPANY PROFILE

Indonesia Visioner - All Rights Reserved