Jayapura, 20 September 2026 – Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digulirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) didorong menjadi penggerak ekonomi berkelanjutan bagi nelayan di Papua. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan kelembagaan usaha nelayan.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa KNMP dirancang untuk mengubah paradigma pembangunan kelautan dan perikanan dari yang bersifat parsial menjadi terintegrasi dari hulu ke hilir. “KNMP bukan sekadar membangun rumah atau dermaga. Ini tentang membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan, di mana nelayan menjadi subjek utama, bukan objek,” ujarnya dalam kunjungan kerja di Jayapura, Papua, Jumat (18/9/2026).
Infrastruktur Terintegrasi
Program KNMP di Papua akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti pabrik es, cold storage, stasiun pengisian bahan bakar nelayan, bengkel, balai nelayan, hingga fasilitas kuliner. Fasilitas ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok hasil perikanan, mengurangi kehilangan hasil tangkapan, serta meningkatkan nilai tambah produk nelayan.
“Selama ini, nelayan kita sering kesulitan mendapatkan es dan bahan bakar. Dengan KNMP, semua kebutuhan itu tersedia dalam satu kawasan. Ini akan sangat membantu,” jelas Trenggono.
Penguatan Kapasitas dan Kelembagaan
Selain infrastruktur, KKP juga mendorong penguatan kapasitas nelayan melalui pelatihan dan pendampingan. Nelayan dilatih untuk mengelola usaha secara profesional, termasuk dalam hal pencatatan keuangan, pemasaran, dan diversifikasi produk.
“Kami ingin nelayan tidak hanya menjadi penangkap ikan, tetapi juga pengusaha yang mampu mengelola usahanya dengan baik. Untuk itu, pendampingan dan pelatihan menjadi bagian penting dari KNMP,” tambahnya.
KKP juga mendorong pembentukan koperasi nelayan sebagai wadah ekonomi bersama. Melalui koperasi, nelayan dapat mengakses permodalan, teknologi, dan pasar yang lebih luas. “Koperasi ini akan menjadi tulang punggung ekonomi nelayan. Dengan koperasi, mereka bisa lebih kuat dalam menghadapi tantangan,” ujar Trenggono.
Dukungan untuk Papua
Program KNMP di Papua mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai pihak. Wakil Gubernur Papua, John Tabo, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan visi pembangunan Papua yang berbasis pada potensi lokal.
“Kami sangat mendukung KNMP. Ini adalah program yang tepat untuk memberdayakan nelayan Papua dan mengangkat ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya.
Trenggono berharap KNMP di Papua dapat menjadi model pembangunan kampung nelayan yang berkelanjutan. “Jika berhasil di Papua, kami akan replikasi ke daerah lain. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan nelayan Indonesia,” pungkasnya.



















