Jakarta, 20 September 2026 – Tiga personel Operasi Damai Cartenz menerima penghargaan bergengsi Kompolnas Awards 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, profesionalisme, dan keberanian mereka dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua.
Ketiga personel tersebut adalah AKP Robertus Surya Dharma, Bripka Yulius Kogoya, dan Briptu Maria Waromi. Mereka dinilai berhasil menjalankan pendekatan humanis dalam operasi penegakan hukum, termasuk dalam upaya dialog dengan kelompok masyarakat dan penanganan konflik sosial di Papua.
Ketua Kompolnas, Benny Mamoto, menyatakan bahwa penghargaan ini diberikan kepada personel yang tidak hanya menjalankan tugas dengan baik, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Ketiga personel ini adalah contoh nyata bahwa pendekatan humanis dan dialogis jauh lebih efektif dalam menjaga keamanan di Papua. Mereka tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun kepercayaan dengan masyarakat,” ujar Benny dalam acara penganugerahan di Jakarta, Jumat (19/9/2026).
Dedikasi di Tengah Tantangan
AKP Robertus Surya Dharma, yang bertugas di wilayah pegunungan Papua, dikenal aktif melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat dan gereja untuk mencegah konflik. Ia juga terlibat dalam berbagai program sosial, termasuk bantuan pendidikan dan kesehatan bagi warga di daerah terpencil.
Bripka Yulius Kogoya, putra asli Papua, menjadi jembatan komunikasi antara aparat keamanan dan masyarakat adat. Kemampuannya berbahasa lokal dan memahami adat istiadat setempat membuatnya diterima dengan baik oleh warga.
Sementara itu, Briptu Maria Waromi, satu-satunya perempuan dalam daftar penerima penghargaan, berperan penting dalam pendampingan korban kekerasan dan trauma healing bagi anak-anak di wilayah konflik.
Apresiasi Kapolri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut memberikan apresiasi kepada ketiga personel tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti bahwa Polri terus berbenah dan mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap tugas.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk mereka bertiga, tetapi untuk seluruh personel Operasi Damai Cartenz yang terus bekerja keras di lapangan. Kami bangga dengan dedikasi mereka,” ujar Kapolri.
Harapan untuk Papua
Kompolnas berharap penghargaan ini dapat memotivasi personel lain untuk terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan, khususnya di Papua. Menurut Benny, keamanan yang hakiki bukanlah hasil dari kekuatan senjata, melainkan dari kepercayaan dan kerja sama dengan masyarakat.
“Papua adalah bagian dari kita. Yang dibutuhkan bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga pendekatan kemanusiaan. Ketiga personel ini telah membuktikan bahwa itu bisa dilakukan,” pungkasnya.




















