Jakarta, 30 Oktober 2026 – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membukukan laba bersih sebesar Rp4,12 triliun pada periode Januari–September 2026. Capaian ini melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ditopang oleh penguatan harga komoditas dan efisiensi operasional.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan Jumat (30/10/2026), laba bersih Antam tumbuh sekitar 45 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari sebelumnya Rp2,84 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Pendapatan usaha juga tercatat naik menjadi Rp38,7 triliun dari Rp32,1 triliun pada periode yang sama.
Pendorong Kinerja
Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, menjelaskan bahwa kinerja positif ini didorong oleh kenaikan harga jual emas dan feronikel di pasar global, serta peningkatan volume produksi seiring optimalisasi operasional tambang. “Kami bersyukur atas capaian ini. Faktor eksternal berupa harga komoditas yang membaik berhasil kami manfaatkan dengan disiplin biaya dan pengelolaan rantai pasok yang efisien,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Segmen emas masih menjadi kontributor terbesar dengan penjualan mencapai Rp27,5 triliun, atau sekitar 71 persen dari total pendapatan. Sementara itu, segmen nikel (feronikel dan bijih nikel) menyumbang Rp9,8 triliun, tumbuh 28 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Efisiensi dan Proyeksi
Antam mencatatkan efisiensi biaya tunai (cash cost) pada produksi feronikel sebesar 12 persen, sejalan dengan program digitalisasi dan peremajaan peralatan. Perseroan juga berhasil menurunkan rasio utang terhadap ekuitas menjadi 0,18 kali dari sebelumnya 0,25 kali.
Hingga akhir tahun, Antam memproyeksikan laba bersih dapat menembus Rp5,5 triliun, dengan catatan harga komoditas stabil dan tidak ada gangguan produksi berarti. “Kami optimistis target tahun ini tercapai. Fokus kami adalah menjaga momentum pertumbuhan sambil terus memperkuat tata kelola dan keberlanjutan,” tambah Untung.
Reaksi Pasar
Saham ANTM tercatat menguat 2,3 persen ke level Rp1.780 per saham pada penutupan perdagangan Jumat (30/10/2026). Analis menilai kinerja Antam solid di tengah volatilitas pasar global, didukung oleh fundamental yang kuat dan prospek permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
Jakarta, 30 Oktober 2026
Redaksi




















