Laba Antam Melonjak 48 Persen, Fundamental Tetap Kokoh di Tengah Tekanan Pasar

JAKARTA — PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menutup sembilan bulan pertama 2026 dengan laba periode berjalan Rp9,66 triliun. Naik 46 persen dari periode yang sama tahun lalu. Laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp8,83 triliun, tumbuh 47,9 persen.

Penjualan bersih Rp88,48 triliun. Laba usaha Rp12,05 triliun, naik 53 persen. EBITDA Rp13,48 triliun, tumbuh 45 persen.

Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, tidak melihat angka itu sebagai kebetulan. “Laba naik 46 persen di tengah harga komoditas yang naik-turun itu bukan keberuntungan. Itu kerja. Ada perencanaan, ada eksekusi, ada pengawasan,” kata Romadhon di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Yang menarik, penjualan Antam hampir seluruhnya diserap pasar dalam negeri. Sekitar 95 persen. Emas menyumbang 77 persen atau Rp68,41 triliun. Nikel 19 persen atau Rp16,98 triliun naik 52 persen. Sisanya bauksit dan alumina.

“Ekspornya cuma sekitar 2,5 persen. Ini yang jarang disadari,” ujarnya. “Jadi ketika ada gejolak tarif atau kebijakan ekspor di negara lain, Antam relatif tenang. Mereka punya pasar sendiri yang besar.”

Soal harga saham yang tertekan belakangan, Romadhon tidak terlalu risau. “Saham itu naik-turun. Kadang dipengaruhi indeks, kadang sentimen global. Tapi kalau fundamentalnya kuat, harganya akan menyesuaikan sendiri,” kata dia.

Soal MSCI, Romadhon bilang begini. “Waktu keluar dari indeks, ada dana yang otomatis menjual. Itu mekanisme, bukan penilaian terhadap kinerja. Yang penting perusahaan tetap sehat,” ujarnya.

Antam sendiri, kata dia, terus memperkuat fondasi. Fasilitas pengolahan di Gresik tengah dibangun untuk menambah kapasitas produksi logam mulia. Pasokan bahan baku dari Freeport dan Amman Mineral dijaga. Hilirisasi nikel dan bauksit berjalan sesuai rencana.

“Kalau dilihat arahnya, Antam tidak berhenti di tambang. Mereka masuk ke pengolahan, ke produk jadi, ke rantai nilai yang lebih panjang. Ini langkah yang tepat untuk perusahaan tambang,” kata Romadhon.

Ia juga menyinggung peran Antam dalam ketahanan mineral nasional. “Emas, nikel, bauksit itu semua komoditas strategis. Kalau dikelola baik, manfaatnya bukan hanya untuk perusahaan, tapi untuk negara,” ujarnya.

Romadhon berharap publik melihat Antam secara utuh. “Jangan hanya lihat harga saham sebulan terakhir. Lihatlah apa yang sudah dibangun bertahun-tahun. Laba yang tumbuh, produk yang dipercaya, pengelolaan yang hati-hati. Itu yang membuat Antam bertahan,” pesannya.

“Antam ini aset negara. Kalau perusahaannya sehat, kita semua diuntungkan. Mari kita dukung terus, sambil tetap mengawasi agar tata kelolanya semakin baik,” pungkas Romadhon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru