Kondisi Keuangan ADCP Tertekan, Proyek LRT City Mangkrak dan Ribuan Konsumen Terdampak

Jakarta, 30 Oktober 2026 – PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), pengembang proyek apartemen LRT City, tengah menghadapi tekanan keuangan yang berat. Kinerja perusahaan memburuk secara signifikan sepanjang 2025 hingga kuartal III-2026, berujung pada terhentinya sejumlah proyek dan belum terpenuhinya kewajiban kepada ribuan konsumen.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, ADCP membukukan rugi bersih sebesar Rp2,11 triliun pada tahun buku 2025, berbalik dari laba bersih Rp42,2 miliar pada 2024. Pendapatan usaha anjlok 34,3 persen menjadi Rp197,34 miliar dari sebelumnya Rp300,32 miliar. Hingga kuartal III-2026, kerugian masih berlanjut dengan catatan rugi Rp68,33 miliar, membengkak dibandingkan rugi Rp4,85 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Ekuitas perusahaan juga tergerus tajam. Pada akhir 2025, ekuitas ADCP tercatat Rp417,72 miliar, ambles 83,5 persen dari posisi akhir 2024 sebesar Rp2,52 triliun. Per kuartal III-2026, ekuitas menyusut lebih lanjut menjadi Rp349,38 miliar.

Beban Utang dan Kas Menipis

Di sisi liabilitas, total utang ADCP per kuartal III-2026 mencapai Rp4,76 triliun, terdiri dari utang jangka pendek Rp2,89 triliun dan utang jangka panjang Rp1,87 triliun. Sementara itu, kas dan setara kas hanya tersisa Rp25,75 miliar, memicu kekhawatiran akan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek. Arus kas operasional pun defisit sekitar Rp900 juta hingga Juni 2026.

Proyek Terhenti dan Konsumen Menunggu

Kondisi keuangan tersebut berdampak langsung pada pembangunan proyek. Sejumlah proyek LRT City, seperti di Ciracas, Cibubur, dan Tebet, terhenti sejak Lebaran 2025. Penyebab utamanya adalah gagal tercapainya target penjualan sehingga arus kas tersendat dan alokasi belanja modal untuk penyelesaian proyek ikut terhambat. Lebih dari 2.400 konsumen belum menerima unit yang dijanjikan, bahkan ada yang telah menunggu hingga tujuh tahun. Kesulitan pengembalian dana juga muncul karena kondisi keuangan perusahaan yang tidak memungkinkan.

Sinyal Gagal Bayar dan Intervensi Negara

ADCP terkonfirmasi mengalami event of default hingga gagal membayar kupon Obligasi III. Kewajiban tersebut kemudian dibayarkan oleh Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF), dan ADCP kini memiliki kewajiban penggantian kepada CGIF yang tercatat dalam liabilitasnya. Untuk menyelamatkan proyek dan konsumen, Danantara Indonesia telah menyiapkan suntikan dana sebesar Rp456 miliar kepada Adhi Karya guna melanjutkan pembangunan unit LRT City yang mangkrak.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen ADCP belum memberikan keterangan resmi terkait langkah restrukturisasi dan jadwal penyelesaian kewajiban kepada konsumen. Publik menanti kejelasan apakah suntikan dana dari Danantara mampu mengurai permasalahan yang membelit perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru