Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi gelar lomba sate maranggi di Komplek Alun-Alun, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu 14 Juni 2015. Dedi mengatakan, lomba tersebut digelar guna terus mempopulerkan makanan khas Purwakarta yakni sate maranggi.
Menurut Dedi, sate maranggi merupakan sate khasa Purwakarta yang sudah puluhan tahun adanya, dan mesti terus di populerkan. “Kegiatan lomba sate ini merupakan bagian dari upaya pemkab dalam mempromosikan sate maranggi Purwakarta,” ujarnya.
Ada sekitar 17 kecamatan yang mengikuti lomba sate maranggi. Menurut Dedi dari tiap-tiap wilayah memiliki rasa sate yang berbeda. Hal tersebut membuat pemerintah Purwakarta mengadakan lomba sate maranggi. “Melalui lomba ini diharapkan akan muncul jawara sate maranggi Purwakarta,” ungkap Dedi dikutip laman Antara.
Akan dipilih tiga juara untuk mewakili Purwakarta ke tingkat lomba Nasional, kata Dedi Mulyadi. Selanjutnya baik pemenang maupun yang kalah akan diberikan pendidikan Chef berstandar Internasional. “Kami ingin sate maranggi bisa going global,” terangnya.
Dalam perlombaan tersebut Bondan Winarno ditunjuk sebagai juri utama didampingi dua juri lainnya yaitu Chef Yudi dan Chef Chika Hindarto. Peserta akan diberi waktu 60 menit untuk memulai dari persiapan memotong daging, marinasi, menyiapkan pembakaran, hingga penyajian.
Bondan Nilai Rasa Sate Maranggi Purwakarta
Bondan mengaku tidak mempermasalahkan kemasan, karena lomba sate maranggi itu berkaitan dengan rasa, yakni rasa daging sate maranggi dan rasa bumbu. Menurut dia, lomba ini digelar untuk mencari sate maranggi terlezat. “Kriteria yang dinilai hanya seputar cita rasa, jadi semua sate yang disajikan kita cicipi,” kata Bondan
Para peserta Bondan mejelaskan, umumnya merupakan pedagang sate maranggi Purwakarta berasal dari 17 kecamatan di Purwakarta, sehingga fokus penilaian pada rasa. Para peserta menyajikan sate maranggi dengan bermacam ragam gaya. Ada daging sapi, ada pula daging kambing.
Selain itu, ada peserta yang menyajikan sate dengan nasi bakar dan nasi biasa. “Beberapa peserta juga ada yang melengkapi sajian sate maranggi dan nasi ditambah ketan. Itu berbeda-beda dan masuk dalam penjurian,” tambahnya. (Muhammad Rizki Fradilla / AP)



