Jakarta – Harga emas dunia jatuh pada perdagangan pagi ini. Timur Tengah yang kembali memanas menjadi beban bagi langkah sang logam mulia.
Pada Senin (6/4/2026) pukul 08:20 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 4.624,3/troy ons, Melemah 1,13% dibandingkan penutupan perdagangan sebelum libur Jumat Agung.
Jika harga emas bertahan di zona merah sampai tutup lapak, maka akan ada koreksi dua hari perdagangan beruntun.
Harga emas kembali tertekan seiring peningkatan tensi di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi ancaman baru terhadap Iran jika tidak segera membuka Selat Hormuz.
Dalam unggahan di media sosial, Trump menyebut bakal menghadirkan ‘neraka’ bagi Iran. Namun Teheran bergeming, dan melanjutkan serangan ke berbagai negara tetangga yang menjadi basis AS.
Perkembangan ini membuat harga minyak kembali melonjak. Pada pukul 08:13 WIB, harga minyak jenis brent naik 1,57% ke US$ 110,75/barel.
Kenaikan harga energi membuat dunia dihantui risiko inflasi yang tinggi. Ini akan membuat bank sentral di berbagai negara (termasuk Federal Reserve di AS) sulit untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana ‘ramalan’ gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih terjebak di zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 45. RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Namun indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 77. Menghuni area beli (long) yang kuat, bahkan hampir jenuh (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sudah melewati pivot point US$ 4.629/troy ons. Dari sini, ada risiko menguji support US$ 4.585/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.512/troy ons.
Namun kalau harga emas berhasil balik arah, maka U$ 4.641/troy ons bisa menjadi resisten terdekat. Penembusan di titik ini berpeluang mendongkrak harga ke rentang US$ 4.643-4.690/troy ons.
Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 4.718/troy ons.






