Jakarta, 5 Agustus 2026 – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan melakukan peninjauan langsung ke tiga fasilitas strategis perusahaan di wilayah Jakarta, Selasa (4/8). Kegiatan Management Walkthrough (MWT) ini bertujuan memastikan keandalan operasi sekaligus memperkuat sinergi antar-subholding dalam semangat “One Pertamina” .
Kunjungan menyasar Terminal LPG Jakarta, Fuel Terminal (FT) Tanjung Priok, dan fasilitas Pertamina Lubricants (PTPL). Jakarta yang merupakan pusat pemerintahan dan perekonomian nasional dinilai sebagai etalase Pertamina yang sangat menentukan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan .
“Jakarta merupakan etalase Pertamina dan sangat menentukan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. Tidak boleh ada ruang bagi gangguan pasokan atau penurunan kualitas layanan,” tegas Iriawan .
Dalam peninjauan, Iriawan meminta seluruh fasilitas memiliki tingkat operational readiness yang prima, mencakup keandalan aset, predictive maintenance, integritas fasilitas, hingga kecukupan stok. Selain itu, kesiapan sumber daya manusia dan sistem tanggap darurat juga harus terus diuji untuk menjaga kesinambungan operasi dalam berbagai kondisi .
HSSE sebagai Fondasi Operasi
Iriawan menegaskan aspek keselamatan, kesehatan, keamanan, dan lindungan lingkungan (HSSE) harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar kepatuhan administratif. “Seluruh risiko harus diidentifikasi dan dimitigasi sejak dini melalui inspeksi yang konsisten, disiplin operasi, manajemen perubahan, serta kepemimpinan yang hadir di lapangan,” ujarnya .
Terminal LPG Jakarta mendapat perhatian khusus mengingat karakteristik LPG yang berisiko tinggi dan lokasi fasilitas yang berdekatan dengan kawasan padat penduduk. Iriawan mengingatkan integritas fasilitas, inspeksi, pemeliharaan, kesiapsiagaan darurat, dan pengamanan operasi harus menjadi prioritas utama .
Dorong Sinergi dan Efisiensi
Iriawan mendorong penguatan sinergi antar-subholding agar rantai pasok energi berjalan sebagai satu sistem terintegrasi, mulai dari pasokan, penyimpanan, distribusi, hingga pelayanan pelanggan . “Hilangkan pola kerja yang masih berjalan sendiri-sendiri dan bangun sinergi mulai dari pengadaan, produksi, penyimpanan, transportasi, distribusi hingga pelayanan kepada pelanggan,” tegasnya .
Setiap unit diminta terus mencari peluang efisiensi dan meningkatkan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi digital serta kecerdasan buatan (AI). Iriawan menekankan bahwa “cost per liter BBM, cost per kilogram LPG, dan cost per liter pelumas harus terus menurun tanpa mengurangi standar HSSE, kualitas produk, keandalan operasi, maupun pelayanan” .
Komut Pertamina juga mengapresiasi seluruh insan Pertamina yang menjadi garda terdepan menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat dan sektor industri di Jakarta dan sekitarnya. Ia meminta setiap perwira Pertamina bekerja dengan integritas, profesionalisme, dan semangat memberikan yang terbaik bagi bangsa .






