Jakarta – Kabar baik kembali menyambut masyarakat di awal Agustus 2026. PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga sejumlah BBM nonsubsidi mulai 1 Agustus 2026, melanjutkan tren penurunan yang telah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut.
Tiga produk bensin nonsubsidi mengalami penurunan: Pertamax turun Rp300 menjadi Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 turun Rp400 menjadi Rp16.600 per liter, dan Pertamax Turbo turun Rp1.000 menjadi Rp18.300 per liter. Sementara itu, harga Pertalite dan Biosolar tetap di Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan penyesuaian ini merupakan evaluasi berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta daya beli masyarakat. “Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan mengikuti tren harga rata-rata harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Kitty.
Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, mengapresiasi langkah Pertamina yang konsisten menurunkan harga BBM nonsubsidi selama tiga bulan terakhir. “Ini kabar baik yang patut diapresiasi. Pertamina menunjukkan responsivitas terhadap dinamika pasar dan tetap memperhatikan daya beli masyarakat. Kami ucapkan terima kasih atas kerja keras jajaran Pertamina,” ujar Romadhon di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Masyarakat pun merasakan langsung dampak positifnya. Samsuri (45), pengemudi ojek daring di Jakarta, mengaku bersyukur dengan penurunan ini. “Alhamdulillah, lumayan membantu. Saya isi Pertamax 5 liter sehari, sekarang bisa hemat Rp1.500. Buat kami yang setiap hari di jalan, ini sangat berarti,” ujarnya. Senada, Rina (32), ibu rumah tangga pengguna mobil, menyambut baik langkah Pertamina karena dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Kepercayaan publik terhadap Pertamina pun terjaga. Kepastian harga yang kompetitif dan konsistensi evaluasi berkala membuat masyarakat merasa diperhatikan. “Saya percaya Pertamina terus berusaha memberikan yang terbaik. Penurunan harga tiga bulan berturut-turut membuktikan mereka serius,” ujar Rina.
Penurunan harga ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Pengguna motor yang mengisi 5 liter Pertamax menghemat sekitar Rp1.500, sementara pengguna mobil dengan tangki 40 liter dapat menghemat hingga Rp12.000 per pengisian. Pengguna Pertamax Turbo dengan volume yang sama bahkan bisa menghemat hingga Rp40.000.
Meski bensin nonsubsidi turun, harga Dexlite dan Pertamina Dex masih bertahan di Rp19.700 dan Rp21.150 per liter. Romadhon menilai hal ini wajar karena dinamika harga diesel dipengaruhi faktor yang berbeda. “Yang penting, tren penurunan bensin terus berlanjut. Ini meringankan beban masyarakat di tengah dinamika ekonomi,” tambahnya.
Romadhon juga mengingatkan agar masyarakat tetap bijak dalam menggunakan energi. “Penurunan harga ini jangan membuat kita boros. Tetaplah menggunakan BBM sesuai kebutuhan, karena subsidi dan ketersediaan pasokan harus kita jaga bersama,” pesannya.
Ke depan, Gagas Nusantara berharap tren penurunan ini terus berlanjut seiring stabilnya harga minyak dunia. “Kami mendorong Pertamina untuk terus melakukan evaluasi berkala. Kepercayaan publik yang sudah terbangun baik harus dijaga dengan konsistensi kebijakan. Semakin kompetitif harga BBM nonsubsidi, semakin baik bagi daya beli masyarakat dan perekonomian nasional,” pungkas Romadhon.
Gagas Nusantara mengapresiasi komitmen Pertamina dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional dan terus mendukung langkah-langkah strategis yang berpihak pada masyarakat. Dengan adanya kepercayaan dari masyarakat, Pertamina diharapkan semakin termotivasi untuk menjaga kinerja dan pelayanan terbaiknya.






