Visioner.id Rokan Hilir- Bakar Tongkang itu budaya etnis Tionghoa di Rokan Hilir, tetapi perayaan budaya ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan sementara Rohil itu adalah Negeri Melayu yang memiliki budaya sendiri, ungkap Andri Tokoh Muda Rokan, saat di dihubungi Visioner.id, jumat (17/6)
Andri menambahkan, semestinya Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, kalau ingin mengangkat budaya, harus melihat situasi dan kondisi masyarakatnya.
Event Bakar Tongkang yang dilakukan secara demonstratif terutama pada bulan Suci Ramadhan bisa melukai umat islam yang sedang beribadah dan ditambah lagi dengan peryataan Pemkab Rohil menghimbau rumah makan untuk buka, itu menyebabkan suasana pelaksanaan ibadah puasa tidak nyaman di negeri yang berjulukan Negeri Seribu Kubah.
“Kalau bicara toleransi lebih elok ditunda dulu, tepatnya setelah hari raya Idul Fitri sampai. Nah ini sama-sama enak sama-sama bergembira, wisatawan pun tambah banyak,” tegas Andri yang Juga alumni muda HMI Riau.
Riau adalah negeri Melayu. Sebagaimana Ulama, Umaroh, Masyarakat (tali sempilin tiga) selalu bergandengan untuk kemajuan negeri. Apalagi Negeri Rokan yang artinya rukun penuh dengan kedamaian.
“Kita berharap kepada Pemeritah Bupati Suyatno yang diberi Gelar Datuk Setia Amanah untuk dapat memberikan contoh kepemimpinan yang baik secara bangsa negara, agama dan budaya melayu yang berindentik Islam,” katanya.
Lanjut Andri, jangan terlalu berlebihan terhadap acara ritual Bakar Tongkang sampai menghimbau dan mengajak membuka rumah makan serta merasionalisasikan semua alasan demi menghargai orang asing, nah ini menjadi tanda tanya juga. Ada apa dengan Bupati Rohil ?
Andri Presedium Kesatuan Aksi Mahasiswa Riau (KAMRI) meminta kepada ketua LAM (Lembaga Adat Melayu) Riau Untuk meninjau dan mencabut gelar penobatan datuk Setia amanah yang di berikan kepada Bupati Suyatno. Karena gelar itu bukan diberi hanya untuk pencintraan, melainkan untuk dilaksanaan karna adat tidak pernah lokak kono paneh dan tidak pernah luntur kena hujan. Dibawah tidak beaka diateh tidak bepucuk ditongah-tongah dimakan mumbang. (Vis/Jon)






