Samarinda, Visioner- Penanganan tumpahan minyak di Teluk Balikpapan terus dilakukan Pertamina. Dianuari Kusumawardhani, ahli lingkungan dari Pertamina, memaparkan Pertamina membagi upaya penanganan ke dalam tiga fase utama yakni Coastal Clean Up, identifikasi dan verifikasi dampak sosial ekonomi masyarakat dan pemulihan.
Hingga saat ini dua tahapan awal tersebut secara paralel masih terus dilakukan sedangkan tahapan ketiga masih menunggu arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Hingga saat ini Pertamina telah menerjukan tim yang secara khusus melakukan verifikasi terkait pembersihan wilayah terdampak maupun penghitungan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat,” ujar Dianuari dalam seminar lingkungan dengan tema “Dampak Ekologis Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan” di Universitas Mulawarman, Rabu (25/4).
Dikatakannya, pihaknya tetap berkoordinasi dengan instansi terkait, tim ahli, LSM dalam penanganan ini.
“Kami juga membuka diri terhadap masukan-masukan untuk mengoptimalkan penanganan yang tengah dilakukan. Ya termasuk dengan hadir pada seminar ini,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Darul Asmawan yang mewakili Forum Peduli Teluk Balikpapan mengatakan fokus terpenting saat ini adalah mencari solusi yang dapat membantu pihak terkait seperti KLHK dan Pertamina untuk mempermudah proses pemulihan.
“Penyelesaian dampak sosial ekonomi sudah mulai dilaksanakan. Sekarang kami berharap KLHK dapat mempercepat arahan untuk pelaksanaan tahap pemulihan,” ungkap Darul.
Sementara itu Heri Susanto dari P3EK sebagai perpanjangan KLHK di wilayah Kalimantan Timur menyatakan bahwa arahan ataupun rekomendasi atas upaya pemulihan memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Menurutnya, penyusunan detail program hingga memperoleh persetujuan dari Menteri LHK harus melewati proses pemantauan yang sangat komprehensif dan mempertimbangkan berbagai aspek.
“Tolong beri kami waktu dan kesempatan untuk dapat membuat kesimpulan dari fakta dan data yang kami temukan di lapangan. Ini kami lakukan juga untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat terdampak di masa mendatang,” ujar Heri.



