
Jakarta – Sejumlah mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (AMAK) melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Kuningan, Jakarta Selatan.
Massa aksi meminta KPK mengusut tuntas kasus suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, yang banyak melibatkan pengusaha.
“Ini kali kedua kami melakukan aksi demonstrasi di depan gedung KPK, tidak lain dan tidak bukan hanya untuk memberikan dukungan penuh kepada KPK dalam mengungkap kasus korupsi, terutama di daerah Sulsel,” kata Hafizh, selaku koordinator aksi, Jumat (01/10/2021).
“KPK jangan sampai masuk angin, usut tuntas dugaan keterlibatan banyak pengusaha dalam kasus suap gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah,” lanjut Hafizh.
Hafizh juga meminta KPK perjelas status hukum para pengusaha yang sudah pernah diperiksa oleh KPK, juga harus dipertegas dan diinformasikan ke publik.
“Perjelas dan pertegas status hukum beberapa pengusaha Petrus Yalim, Haerudin, Adi Gunawan, Thiawudy Wikarso, Jhon Teodore, Feri Tanriadi, Andi Indar, dll.” tegas Hafizh.
“Tak ada yang kebal hukum di negeri ini, semuanya sama, equality before the law, segera periksa dan tersangkakan para pengusaha yang diduga terlibat kongkalikong dengan terdakwa Nurdin Abdullah,’ tambah Hafizh.
Hafizh mengancam akan terus kembali melakukan aksi demonstrasi terkait kasus suap terhadap Nurdin Abdullah tersebut sampai para pengusaha yang diduga terlibat diperjelas status hukumnya oleh KPK.
“Kami akan terus kawal kasus suap yg diindikasi banyak pengusaha terlibat ini, jangan sampai mereka masih berkeliaran, mereka harus pertanggung jawabkan di depan hukum dan masyarakat Sulsel,” tutup Hafizh.





