
Jakarta,- Jaringan Mahasiswa Pemuda Sulawesi Tenggara Jakarta (JMPS-Jakarta) kembali mengelar aksi demonstrasi jilid II di Gedung Gedung Markas Besar (Mabes) Polri, Senin, 7/02/24. Mereka menyuarakan soal maraknya penyebaran rokok illegal di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Ketua Umum Jaringan Mahasiswa Pemuda Sulawesi Tenggara Jakarta La Ode Iswar mengatakan bahwa penyebaran rokok illegal di Sulawesi Tenggara telah menemui titik yang sangat memprihatinkan. Pasalnya penyebaran dan jual beli rokok illegal sangat marak terjadi di tengah-tengah masyarakat.
“Belum ada pengungkapan dan aksi-aksi nyata untuk memutus mata rantai penyebaran rokok illegal di Sultra, kami menduga ada permainan oknum aparat dalam melindungi bisnis illegal tersebut”, ungkap dalam orasinya.
Ia juga meminta Bareskrim Polri untuk memanggil saudara inisial LB yang diduga kuat sebagai dalang pemasok rokok illegal di Sulawesi Tenggara.
“Saudara inisial LB seperti kebal hukum, pasalnya dugaan rokok-rokok illegal yang diperjual belikan masih lancar-lancar saja hingga saat ini”, ucapnya.
Selain itu mereka juga meminta agar Kapolri untuk mencopot Kapolres Bau-Bau karena diduga tidak mampu memutus mata rantai penyebaran rokok illegal di Sultra yang diduga menggunakan modus pengiriman melalui kapal laut.
“Berdasarkan hasil investigasi kami, bahwa dugaan rokok ilegal dipasok menggunakan jalur laut dari Jawa ke Sultra (Bau-bau)”, tuturnya.
Ia meminta Bareskrim Polri untuk memanggil Kepala KPPBC Kendari karena diduga melakukan kongkalingkong atas penyebaran rokok illegal di Sulawesi Tenggara. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan maraknya peredaran rokok illegal secara terang-terangan di Sultra.
“Berdasarkan data-data yang kami kumpulkan dilapangan banyak kami temukan berbagai merek rokok tanpa cukai beredar dengan marak”, tutupnya.





