
Jakarta, Nama Komandan Korem (Danrem) 143/Haluoleo Brigjen TNI Ayub Akbar ikut disebut dalam sidang saksi tipikor PT. Aneka Tambang (Antam) UBPN Konawe Utara. sebagai mana diberitakan sebelumnya pada salah satu media Online.
Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia Akril Abdillah mengatakan bahwa tuduhan terhadap Brigjen TNI Ayub Akbar ikut terlibat dalam dugaan kasus korupsi sangat tendensius dan berpotensi untuk menyudutkan institusi TNI.
“Jangan sampai ini jadi fitnah apalagi ini sudah di klarifikasi oleh Danrem Jendral TNI Ayub Akbar di media online yang sama. Ini jadi aneh kan kalau begini dan saya melihat tuduhan itu sangat tendensius berpotensi hancurkan citra dan marwah TNI,” ujarnya di Jakarta, Senin, 11/3/2024.
Akril juga menyampaikan bahwa Rudi Tjandra sudah melakukan klarifikasi bahwa tidak pernah menyebut nama Komandan Korem 143/HO dalam kesaksiannya beberapa hari lalu.
“Direktur PT. Tristaco Mineral Makmur (TMM) Rudi Chandra juga sudah melakukan klarifikasi, bahwa tidak pernah menyebut nama Komandan Korem 143/HO. Jadi dengan begitu, kami harap berhenti untuk mengiring opini yang tidak benar”, tuturnya.
Akril menyampaikan bahwa sebelum kasus korupsi pertambangan di WIUP PT. Antam UBPN Konawe Utara, Jendral TNI Ayub Akbar belum menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) di Korem 143/HO. Sehingga tuduhan-tuduhan tersebut mental dengan sendirinya.
“Ini barang sebenarnya sudah clear an clear, semua sumber sudah klarifikasi. Namun ini ada yang sengaja mengiring opini untuk menyudutkan”, ucapnya.
Akril berharap agar masyarakat Sulawesi Tenggara tidak mudah terprovokasi dan terjebak oleh informasi bohong yang sengaja dihembuskan untuk merusak reputasi seseorang.
“Kami harap masyarakat Sultra untuk tetap cerdas dan tidak termakan oleh informasi-informasi bohong yang berhembus di dinding media sosial”, tutupnya.





