Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

ERP Jakarta Belum Tuntas: Siap Jalan, Tapi Masih Berat di Rakyat

by Visioner Indonesia
Mei 28, 2025
in Daerah, Ekonomi
Reading Time: 2min read
0
SHARES
31
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ERP Jakarta

Jakarta, Visioner ,- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah memfinalisasi kebijakan Electronic Road Pricing (ERP) sebagai salah satu jurus mengatasi kemacetan yang kian parah di ibu kota. Namun, langkah ini menuai tanya, terutama dari sisi kesiapan sistem pendukung dan keadilan sosial bagi masyarakat bawah.

Rencana penetapan tarif ERP yang disebut-sebut bisa mencapai Rp 20 ribu per lintasan, memunculkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap mobilitas warga berpendapatan rendah. Survei JAMMA menunjukkan sebagian besar responden menilai tarif ideal berada pada rentang Rp 10.000–13.000, dengan catatan: layanan transportasi publik harus diperluas dan benar-benar layak.

Jaringan Masyarakat Madura Jakarta (JAMMA) menilai ERP sebagai langkah progresif yang perlu dikawal secara cermat. “Kebijakan ini bisa jadi titik balik, tapi hanya jika dirancang dengan memperhatikan daya tahan ekonomi rakyat,” ujar Ketua Umum JAMMA, Edi Homaidi, Selasa (28/5)

JAMMA memberikan empat catatan kritis. Pertama, tarif ERP perlu ditekan agar tidak sekadar menjadi pajak baru. Rentang Rp 10.000–13.000 dinilai masih realistis dan adil. Kedua, seluruh pendapatan dari ERP sebaiknya dikembalikan langsung ke warga dalam bentuk subsidi transportasi umum, terutama bagi 15 golongan penerima manfaat seperti yang selama ini dilindungi oleh kebijakan Gubernur Pramono Anung.

Ketiga, pengecualian atau potongan tarif harus menyasar pelaku ekonomi informal seperti ojek online, pedagang kecil, dan pengantar barang. “Mereka bukan penyumbang utama kemacetan, tapi bisa jadi korban pertama kebijakan ini jika tidak dilindungi,” tambah Edi.

Keempat, konektivitas angkutan publik perlu disempurnakan. Banyak kawasan pinggiran seperti Cakung, Cilincing, dan Kalideres masih minim jangkauan Transjakarta atau MRT. JAMMA menekankan perlunya ekspansi rute dan integrasi penuh antar moda sebelum ERP diterapkan.

Meski menyampaikan kritik, JAMMA tetap menyatakan dukungan bersyarat terhadap ERP. Edi menegaskan kesiapan JAMMA membantu sosialisasi kebijakan ini di basis-basis warga Madura Jakarta, terutama di kawasan padat yang paling terdampak.

JAMMA juga mendorong agar Pemprov DKI membentuk forum evaluasi berkala yang melibatkan organisasi masyarakat sipil, pakar transportasi, dan perwakilan komunitas. Tujuannya: memastikan ERP tidak berjalan elitis dan tetap transparan.

ERP bisa menjadi warisan kebijakan berani dari Gubernur Pramono Anung—tapi hanya jika dilaksanakan dengan sensitivitas sosial dan keterbukaan publik. “Jangan sampai jalan jadi berbayar, tapi rakyat tidak punya jalan keluar,” pungkas Edi.

Previous Post

Kopdes Merah Putih Resmi Terbentuk di Desa Kedungrejo, Muncar, Banyuwangi.

Next Post

JAN Apresiasi Polri Presisi: 10.353 Preman Ditindak dalam 25 Hari

Related Posts

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang
Ekonomi

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang

Juli 4, 2026
PAM Jaya Minta Maaf, Pramono Tak Tegas: Ratusan Hari Macet, Warga Korban Pipa 1.000 Km
Ekonomi

PAM Jaya Minta Maaf, Pramono Tak Tegas: Ratusan Hari Macet, Warga Korban Pipa 1.000 Km

Juni 29, 2026
Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor
Daerah

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

Juni 6, 2026
LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu
Daerah

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Juni 1, 2026
Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya
Ekonomi

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Mei 26, 2026
Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014
Ekonomi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Mei 26, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

BMKG: Waspada hujan ringan guyur sebagian besar wilayah RI pada Sabtu

Menhut klarifikasi isu keterlibatan dalam OTT KPK Bupati Kuansing

Geliat Ekonomi Menjelang Awal Masuk Sekolah

Penampakan CNG Merah Putih 3 Kg, Lebih Besar dari Gas Melon?

TERPOPULER

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

BMKG: Waspada hujan ringan guyur sebagian besar wilayah RI pada Sabtu

Menhut klarifikasi isu keterlibatan dalam OTT KPK Bupati Kuansing

Geliat Ekonomi Menjelang Awal Masuk Sekolah

Penampakan CNG Merah Putih 3 Kg, Lebih Besar dari Gas Melon?

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved