Kapolda Bali Ajak Gen Z Perangi Narkoba, JAN: Pesan Tepat untuk Menjaga Bali sebagai Etalase Indonesia

BALI — Kapolda Bali Irjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., menghadiri Sarasehan Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba di Wantilan Pura Dalem Desa Guwang, Gianyar, Sabtu (24/10/2026). Dalam forum yang digelar BNNP Bali bersama Komisi III DPR RI itu, ia mengajak generasi Z dan warga desa menjauhi narkoba serta berani melaporkan dugaan penyalahgunaan di lingkungan masing-masing.

Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) menilai pesan tersebut tepat sasaran. Menurut JAN, Kapolda Bali tidak hanya menempatkan narkoba sebagai persoalan hukum, tetapi sebagai ancaman bagi masa depan generasi muda dan reputasi Bali di mata dunia.

Ketua JAN Romadhon Jasn menyebut pendekatan itu sejalan dengan karakter Pulau Dewata sebagai destinasi wisata internasional. “Bali bukan hanya aset pariwisata, tetapi etalase Indonesia di mata dunia. Ketika narkoba dibiarkan masuk, yang terancam bukan hanya warga lokal, melainkan citra bangsa,” ujarnya di Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Pasma Royce bukan nama baru di kepolisian. Lulusan Akpol 1996 ini lama berkarier di bidang reserse dan sebelumnya menjabat Wakapolda Jawa Timur sebelum dilantik sebagai Kapolda Bali oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto pada 9 Oktober 2026. Pengalaman itu dinilai membuatnya memahami kompleksitas persoalan narkotika yang berdimensi lintas negara.

Dalam sambutannya, Pasma menegaskan bahwa narkoba adalah musuh bersama. “Tidak bisa hanya ditangani Polri atau BNN. Butuh peran aktif seluruh komponen masyarakat, dari desa adat, pecalang, orang tua, hingga pemuda. Bali harus kita jaga bersama agar tidak menjadi pasar narkoba,” ujarnya. Sepanjang 2026, Polda Bali telah mengungkap puluhan kasus narkoba dan melakukan edukasi ke sekolah serta desa.

Masyarakat menyambut baik langkah Kapolda Bali yang menyentuh langsung desa adat sebagai unit terkecil masyarakat. Menurut Romadhon, pendekatan kultural semacam ini lebih efektif daripada sekadar penindakan. “Desa adat adalah benteng pertama. Ketika warga dan pemuda merasa memiliki tanggung jawab menjaga lingkungannya, pencegahan akan jauh lebih kuat,” ujarnya.

JAN juga mengapresiasi dukungan Polda Bali terhadap program Desa Bersih Narkoba (Bersinar), tetapi mendorong agar program itu tidak berhenti pada deklarasi. “Perlu indikator terukur: berapa desa yang benar-benar bebas dari peredaran, bagaimana pendampingan bagi warga rentan, dan apakah ada evaluasi berkala yang transparan,” katanya.

Bali bukan sekadar wilayah tugas kepolisian. Ia adalah rumah bagi tradisi, spiritualitas, dan wajah Indonesia yang dikenali dunia. Karena itu, kepemimpinan Kapolda Bali dinilai membawa harapan baru, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi sebagai penjaga harmoni antara keamanan, budaya, dan kesejahteraan warga.

“Kami melihat sosok yang memahami bahwa menjaga Bali berarti menjaga Indonesia. Dan itu tugas kita bersama, bukan hanya Polri,” pungkas Romadhon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru