Jakarta, 18 Oktober 2026 – Kehadiran layanan makanan ala warung tegal (warteg) di dalam Kereta Api (KA) Batavia mendapat sambutan positif dari penumpang. Layanan bertajuk “Warteg on Train” ini menghadirkan menu rumahan dengan harga terjangkau, menjadi alternatif baru bagi penumpang yang ingin menikmati makan saat dalam perjalanan.
Layanan ini diresmikan pada Rabu (15/10/2026) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan mulai beroperasi di KA Batavia rute Tanah Abang–Rangkasbitung. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara KAI Commuter dengan salah satu merek warteg nasional.
Menu Rumahan dengan Harga Terjangkau
“Warteg on Train” menyajikan berbagai menu rumahan yang akrab bagi masyarakat, seperti nasi dengan ayam goreng, tempe orek, sayur tumis, telur balado, dan sambal korek. Harga yang ditawarkan berkisar Rp15.000 hingga Rp25.000 per paket, relatif terjangkau dibandingkan makanan di dalam kereta pada umumnya.
Selain makanan berat, tersedia juga camilan dan minuman ringan. Seluruh makanan disajikan dalam kemasan praktis yang aman untuk dikonsumsi di dalam kereta, dan dijual melalui petugas yang berkeliling di gerbong.
Salah satu penumpang, Rina (32), mengaku senang dengan adanya layanan ini. “Biasanya kalau naik KA Batavia itu bingung mau makan. Sekarang ada warteg, harganya juga ramah di kantong. Rasanya kayak makan di rumah,” ujarnya, Jumat (17/10/2026).
Respons Manajemen
Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto, menjelaskan bahwa layanan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan penumpang, khususnya di jalur yang banyak digunakan para penglaju. Ia menyebut KA Batavia sebagai salah satu rute dengan volume penumpang tinggi.
“Kami ingin menghadirkan layanan yang tidak hanya aman dan tepat waktu, tetapi juga nyaman. Warteg on Train ini adalah salah satu bentuk perhatian kami kepada penumpang,” ujar Asdo.
Ia menambahkan bahwa seluruh makanan telah melalui uji kelayakan dan sertifikasi dari Dinas Kesehatan. KAI Commuter juga menggandeng UMKM lokal sebagai pemasok bahan baku untuk mendukung perekonomian masyarakat.
Dukungan Kementerian
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyambut baik inisiatif ini. Menurut perwakilan kementerian, layanan makanan di dalam kereta tidak hanya meningkatkan kenyamanan penumpang, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pelaku kuliner.
“Kami mendorong operator kereta untuk terus berinovasi menghadirkan layanan yang berpihak pada penumpang. Ini sejalan dengan upaya meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik,” ujar perwakilan kementerian.
Rencana Pengembangan
Asdo menyatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi layanan ini selama tiga bulan ke depan. Jika sambutan penumpang positif, “Warteg on Train” akan diperluas ke rute lain, seperti KA Commuter Line di Jabodetabek dan KA lokal di Jawa Barat.
“Kami akan lihat animo penumpang. Kalau bagus, kami akan tambah gerbong dan rute. Prinsipnya, kami ingin terus berinovasi untuk pelanggan,” pungkasnya.

















