Jakarta, 18 Oktober 2026 – Pengusaha jalan tol Mohammad Jusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun mengungkapkan rencananya bersama sejumlah pengusaha untuk memborong saham hingga senilai Rp5 triliun pada perdagangan Senin (19/10/2026). Langkah ini disiapkan untuk memanfaatkan kejatuhan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sekaligus menunjukkan dukungan pengusaha domestik terhadap pasar modal nasional yang tengah dihantam efek MSCI.
Jusuf Hamka, yang dikenal sebagai pemegang saham utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), mengaku telah membentuk konsorsium bersama sejumlah rekannya untuk merealisasikan rencana investasi tersebut.
“Oh, saya pasti. Dengan teman-teman saya, saya sudah membentuk konsorsium. Ada beberapa teman. Pasti hari Senin saya akan belanja. Kelompok kita, Rp5 triliun, akan belanja di pasar pada hari Senin,” ujar Jusuf Hamka dalam rekaman video yang diunggah di akun Instagram, dikutip Minggu (18/10/2026).
“It’s Time to Buy”
Menurut Jusuf Hamka, koreksi tajam pasar saham justru membuka kesempatan bagi investor yang memiliki kemampuan keuangan dan berorientasi jangka panjang. Ia meyakini sejumlah saham unggulan kini diperdagangkan pada harga yang menarik.
“Menurut saya, ini adalah kesempatan untuk membeli. It’s time to buy. Karena turunnya sudah demikian tajam dan biasanya kalau sesuatu sudah turun tajam akan berbalik arah lagi untuk naik dengan tajam,” kata dia.
Ia juga menyebut rencana pembelian tersebut akan menyasar saham-saham bank yang dinilai memiliki fundamental kuat namun harganya tertekan cukup dalam.
Latar Belakang: Efek MSCI
Rencana tersebut disampaikan setelah pasar saham Indonesia mengalami tekanan hebat pada Jumat (16/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,57 persen ke level 5.185,10 dan sempat memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt.
Kejatuhan IHSG dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran investor setelah MSCI mengumumkan konsultasi mengenai kemungkinan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Namun, perubahan status tersebut belum diputuskan. MSCI masih membuka konsultasi hingga 30 April 2027, sedangkan keputusan final dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.
Respons Pasar dan Pemerintah
Langkah Jusuf Hamka dan konsorsiumnya disambut positif oleh sejumlah pelaku pasar. Mereka menilai aksi borong saham oleh pengusaha domestik dapat membantu menahan tekanan jual dan mengembalikan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar dan mengambil langkah stabilisasi yang diperlukan. OJK juga mengimbau investor untuk tidak panik dan tetap berinvestasi berbasis fundamental.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari BEI maupun OJK terkait rencana pembelian saham oleh konsorsium Jusuf Hamka. Namun, aksi tersebut menjadi sinyal bahwa pengusaha domestik tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang pasar modal Indonesia.
Jakarta, 18 Oktober 2026
Redaksi


















