Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Masyarakat Madani: Antara Islam dan Demokrasi

by Visioner Indonesia
September 30, 2021
in Default
Reading Time: 3min read

Oleh: Richad Indra Cahya

Demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan modern yang sarat dibincangkan sepanjang abad modern ini berjalan. Meskipun term ini muncul sedari ratusan taunn lalu, tapi implementasi dari sistmnya pada negara baru booming sejak abad 20. Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu demos dan cratos. Demos berarti rakyat, cratos adalah kekuasaan, secara istilah maka demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang berdasarkan kekuasaan rakyat. Ada pun selogan demokrasi yang terkenal salah satunya adalah vox populi vox dei (suara rakyat suara tuhan). Berarti bisa disimpulkan bahwa apapun yang kehendak rakyat, terlebih hal tersebut menjadi suara mayoritas, maka itu merupakan ketetapan yang mutlak (kuasa).

Islam sebagai salah satu agama modern sekaligus sebagai agama samawi terakhir tentu punya respon serta adaptasi tersendiri terhadap tesis demokrasi tersebut. Banyak pertanyaan tabu terkait relevansi demokrasi dengan Islam, dan juga sebaliknya. 

Mari kita telisik bagaimana sistem pemerintahan era Islam yang dinahkodai oleh Nabi Muhammad SAW. Meskipun belum ada istilah demokrasi pada masa tersebut, namun secara esensi kepemimpinan dan sistem ketata negaraan, Madinah al-Munawarrah adalah contoh yang cukup ideal bagi sistem demokrasi.Bahkan Robert N. Bellah pun mengamini hal tersebut dengan berkata bahwa pemerintahan yang diajalankan di Madinah sudah sangat ideal dan lebih baik dari yang dibayangkan. Sebagai contoh, Piagam Madinah adalah contoh konstitusi dalam peradaban Islam yang paling ideal dan paling demokratis. Bagaimana tidak, 50 persen dari masyarakat Yastrib tersebut adalah beragama Yahudi dan Nasrani, bahkan ada beberapa juga yang Majusi. Akan tetapi Rasul tidak memaksakan kehendak untuk menggunakan Quran sebagai hukum tertinggi. Itu lah mengapa era Muhammad sudah demokratis bahkan sebelum term demokratis dibumikan sebagai sistem pemerintahan yang formil. Mengingat bahwa istilah demokrasi ini baru membumi setelah terjadi renaissance di dunia barat sekitar abad 15-16.

Banyak ilmuwan barat yang biasa disebut sebagai orientalis, mengomentari sekaligus mengkaji dunia ketimuran terkait sistem tata negara sekaligus kebudayaannya. Mayoritas orientalis tersebut mengkritik sistem yang dijalankan tersebut karena memiliki tendensi monarki absolut serta gaya kepemimpinan yang cenderung diktaktor. Hal tersebut bisa dimaklumi karena variabel yang digunakan oleh ilmuwan barat tersebut adalah pemerintahan pasca Nabi Muhammad SAW dan setelah kekhalifahan. Era pasca sahabat itu memeang sarat akan sistem kerajaan (monarki). Terlebih pada zaman dinasti Umayyah dan Abbasiyah, tidak sedikit konflik internal terjadi, korupsi, bahkan nepotisme. Alih-alih sering disebut sebagai era keemasan Islam, terhitung sampai runtuhnya kekaisaran Turki Usmani, pemerintahan tersebut malah jauh dari tujuan Rasul dalam berdakwah. Ada persepsi yang sedikit melenceng di sini, yaitu nabi Muhammad tidak mengajarkan untuk memperluas wilayah kekuasaan (imperium), akan tetapi memperluas ajaran (Islam). Pasca kebangkitan barat yang bangkit dari Dark Age, malah menjadi titik balik bagi umat muslim yang justru mengalami kemunduran.

Barat bisa maju karena memisahkan agama dari urusan politik/kenegaraan, sedangkan Islam mundur karena memisahkan agama dari urusan duniawi tersebut. Hal itu juga yang menjadi salah satu indikator kegagalan Mustafa Kemal Ataturk gagal dalam melakukan sekularisasi. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa ajaran Islam itu integral dengan aspek duniawi dengan ukhrawi.

Cak Nur dengan gagasan Masyarakat Madaninya (civil society), memaparkan bahwa ajaran Islam sangat linear dengan konsep demokrasi. Karena instrument yang ada pada demokrasi pun sudah diatur juga dalam syariat Islam. Lalu bagi Cak Nur sekularisasi yang mesti dilakukan ada pemisahan hal-hal yang sacral dengan yang tidak. Atau bisa disebut juga sebagai desakralisasi. Karena manusia cenderung bias terhadap nilai-nilai. Mana itu yang bernilai suci, mana yang bukan. Tak jarang juga oknum yang menggunakan ayat-ayat yang suci tersebut untuk kepentingan pribadinya yang kotor.

Itu lah kenapa konsep masyarakat Madani yang digagas oleh Cak Nur ini lebih relevan untuk diterapkan, terlebih dengan realitas sosial masyarakat Indonesia yang sudah majemuk dari sedari dulu. Disokong juga dengan landasan dalil Quran pada surah al-Hujurat ayat 13, serta surah al-Anbiya ayat 107, tentang sunatullah keragaman sosial serta universalitas ajaran Islam.

Nabi Muhammad SAW tidak pernah mendikte tentang sistem pemerintahan seperti apa yang mesti dijalankan oleh umat Islam. Daripada menjadikan label agama sebagai bungkus, Rasul mengajarkan kepada umatnya tentang bagaimana caranya memimpin dan dipimpin. Selagi memakai nilai-nilai yang bersumber pada Quran, maka bentuk pemerintahan apapun sudah pasti relevan.

Konsep Masyarakat Madani yang digagas oleh Cak Nur tidak bersifat final, karena ketika suatu sistem bersifat final maka akan menghasilkan kejumudan dan kontra produktif, Hal tersebut akan menjadi penghambat progresifitas dalam berbangsa dan bernegara.

Previous Post

Wacana Demokrasi dalam Islam

Next Post

TEKNIK OMNIBUS LAW SEBAGAI BENTUK HUKUM PROGRESIF DI INDONESIA

Related Posts

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir
Default

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir

Agustus 20, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara apresiasi langkah Menteri Imipas Agus Andrianto terkait remisi berbasis pembinaan tanpa diskriminasi

Agustus 19, 2026
Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?
Default

Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?

Agustus 15, 2026
Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73
Default

Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73

Agustus 9, 2026
Default

Perhimpunan Guru Minta Pemerintah Keluarkan Anggaran MBG dari Pendidikan di APBN 2027

Juli 31, 2026
PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran
BUMN

PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran

Juli 30, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Menteri P2MI Beberkan Modus Jebakan PMI di Balik Gaji Fantastis: Ini Langkah Nyata Pengawasan

Polda Metro Hadirkan Layanan SIM Gratis hingga Servis Motor untuk Ribuan Ojol di Kopdar Kebangsaan

Wapres Gibran Gendong Bayi Korban Gempa di Flores, Janji Bantu Biaya Kuliah Hingga Selesai

Desil Difokuskan untuk Subsidi BBM Bakal Dikaji Ulang, Pemerintah Tunggu Sensus Ekonomi Rampung

Momen Prabowo Telepon di Tengah Rapat, Minta Pengiriman Bantuan Karhutla Kalteng Dipercepat

KPK Duga Ada Peran Guru di Kasus Korupsi Penerimaan Maba Unsoed, Harga Kursi Rp50-500 Juta

TERPOPULER

Menteri P2MI Beberkan Modus Jebakan PMI di Balik Gaji Fantastis: Ini Langkah Nyata Pengawasan

Polda Metro Hadirkan Layanan SIM Gratis hingga Servis Motor untuk Ribuan Ojol di Kopdar Kebangsaan

Wapres Gibran Gendong Bayi Korban Gempa di Flores, Janji Bantu Biaya Kuliah Hingga Selesai

Desil Difokuskan untuk Subsidi BBM Bakal Dikaji Ulang, Pemerintah Tunggu Sensus Ekonomi Rampung

Momen Prabowo Telepon di Tengah Rapat, Minta Pengiriman Bantuan Karhutla Kalteng Dipercepat

KPK Duga Ada Peran Guru di Kasus Korupsi Penerimaan Maba Unsoed, Harga Kursi Rp50-500 Juta

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved