Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Demi Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Subsidi Tepat Sasaran, Jaringan Aktivisi Nusantara Dukung Pemerintah Naikkan Harga BBM

by Visioner Indonesia
September 1, 2022
in Default
Reading Time: 2min read

Jakarta,- Koordinator Jaringan Aktivis Nusantara Romadhon Jasn mendukung rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi Pertalite dan Solar dengan tujuan untuk mendorong tumbuhnya ekonomi nasional. Namun kebijakan tersebut harus dikontrol dengan menghitung daya beli masyarakat, willingness to pay, dan inflasi, maksudnya jika pemerintah secara serius menaikkan BBM bersubsidi pemerintah wajib memastikan daya beli masyarakat masih tetap terjaga dan posisi inflasi berada dalam kategori aman.

“Jaringan Aktivisi Nusantara mendukung pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi namun harus tetap mengontrol kebijakan menghitung daya beli masyarakat dan posisi inflasi berada dalam posisi aman”, ucap Romadhon melalui keterangan persnya, Kamis, 1/09/2022.

Romadhon menyampaikan bahwa pengurangan subsidi BBM sudah dibahas sejak tiga tahun lalu, dengan harapan akan segera dapat direalisasiskan agar dana subsidi bisa dialihkan ke sektor lain yang tak kalah penting. Namun tarik-menarik isu politik, kepentingan usaha dan tekanan publik, membuat ide ini sangat sulit diwujudkan.

“Salah satu dampak masalah terbesar yang muncul dari dinaikkannya harga BBM adalah kekhawatiran akan terhambatnya pertumbuhan ekonomi karena dampak kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi akibat komponen biaya yang naik”, ujarnya.

Lebih lanjut Romadhon mengatakan dampak Inflasi tidak mungkin dihindari karena BBM adalah unsur vital dalam proses produksi dan distribusi barang. Namun menaikkan harga BBM juga tak bisa dihindari karena beban subsidi membuat negara sulit melakukan investasi bidang lain untuk mendorong tumbuhnya ekonomi. Kenaikan harga BBM sampai dengan Rp1.500 akan mengakibatkan inflasi bertumbuh 1,6%, tetapi juga akan mengakibatkan reduksi subsidi sebesar Rp57 triliun.

“Jika hitungan itu jadi nyata maka inflasi tidak akan bergeser terlalu tinggi dibanding target yang dipatok pemerintah untuk tahun ini, 5,3%. Tahun lalu inflasi diklaim pemerintah hanya di kisaran 4%-an. Kalau sekarang subsidi dikurangi terjadi inflasi artinya bisa sama. Sejumlah komponen penyumbang utama kenaikan inflasi, di luar naiknya harga BBM, adalah harga makanan-minuman serta tarif transportasi”, ujarnya.

Romadhon juga menjelaskan bahwa opsi kenaikan tidak bisa dipungkiri akan ditentang banyak pihak lantaran berpotensi menurunkan daya beli masyarakat sekaligus mendongkrak inflasi nasional. Namun, kenaikan harga minyak dunia membuat anggaran subsidi pemerintah semakin membengkak bila harus mempertahankan harga jual seperti kondisi saat ini.

“Selain itu anggaran subsidi yang selama ini diberikan pemerintah 80 % tidak tepat sasaran karena berdasarkan riset Badan Kebijakan FIskal (BKF) yang menyebut 60 persen masyarakat terkaya menikmati 79,3 persen persen BBM subsidi. Sedangkan 40 persen masyarakat terbawah hanya menikmati 20,7 persen sehingga kami menilai penghapusan atau pengurangan Subsidi BBM sudah tepat untuk dihapuskan”, tegasnya.

Romadhon juga menjelaskan bahwa jebolnya subsidi BBM Indonesia diakibatkan oleh subsidi tidak tepat sasaran karena banyak data yang bisa disajikan bahwa BBM subsidi baik Pertalite dan Solar kebanyakan dinikmati oleh masyarakat kategori mampu.

“Tahun 2022 ini dana subsidi dan kompensasi energi dianggarkan sebesar Rp 502 triliun. Seperti yang diungkapkan Menkeu, jika tidak ada kebijakan lain, anggaran subsidi bisa bengkak ke angka Rp 698 triliun ini akan menjadi masalah serius”, tuturnya.

Previous Post

PT. SRL Diduga Lakukan Penyerobotan Tanah Masyarakat, JMHI Meradang Desak Bareskrim Polri Usut Tuntas

Next Post

Gelar Diskusi Publik, Indonesia Visioner : Subsidi BBM Selama Ini Tidak Tepat Sasaran

Related Posts

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir
Default

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir

Agustus 20, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara apresiasi langkah Menteri Imipas Agus Andrianto terkait remisi berbasis pembinaan tanpa diskriminasi

Agustus 19, 2026
Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?
Default

Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?

Agustus 15, 2026
Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73
Default

Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73

Agustus 9, 2026
Default

Perhimpunan Guru Minta Pemerintah Keluarkan Anggaran MBG dari Pendidikan di APBN 2027

Juli 31, 2026
PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran
BUMN

PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran

Juli 30, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kisah Sisil, Empu Keris Perempuan Satu-satunya di Sumenep: “Saya Meneruskan Warisan Leluhur”

Danantara Jadi Koordinator BUMN Peduli, Bisakah Sinergi BUMN Percepat Pemulihan NTT?

Prabowo Panggil Panglima TNI ke Hambalang, Bahas Rekrutmen Suku Dayak hingga Karhutla

TNI AD dan US Army Perkuat Interoperabilitas Lewat Latihan Ksatria Warrior 2026

TNI AD Bangun 55 Jembatan dan 98 Sumur Bor di Maluku dan Maluku Utara

Literasi Keuangan Pelajar Tertinggal, OJK: Akses Tinggi tapi Pemahaman Rendah

TERPOPULER

Kisah Sisil, Empu Keris Perempuan Satu-satunya di Sumenep: “Saya Meneruskan Warisan Leluhur”

Danantara Jadi Koordinator BUMN Peduli, Bisakah Sinergi BUMN Percepat Pemulihan NTT?

Prabowo Panggil Panglima TNI ke Hambalang, Bahas Rekrutmen Suku Dayak hingga Karhutla

TNI AD dan US Army Perkuat Interoperabilitas Lewat Latihan Ksatria Warrior 2026

TNI AD Bangun 55 Jembatan dan 98 Sumur Bor di Maluku dan Maluku Utara

Literasi Keuangan Pelajar Tertinggal, OJK: Akses Tinggi tapi Pemahaman Rendah

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved