Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Gelar Diskusi Publik, Indonesia Visioner : Subsidi BBM Selama Ini Tidak Tepat Sasaran

by Visioner Indonesia
September 2, 2022
in Default
Reading Time: 3min read

Jakarta,- Indonesia Visioner melaksanakan diskusi publik bertajuk Membedah Subsidi BBM Dalam Negeri yang dilaksanakan di Jakarta, 2 September 2022. Kegiatan tersebut dilakukan secara dari bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang Subsidi BBM yang dinikmati selama ini.

Ketua Panitia Kegiatan Akril Abdillah mengatakan bahwa wacana pemerintah dalam menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi Pertalite dan Solar dengan tujuan untuk mendorong tumbuhnya ekonomi nasional. Namun kebijakan tersebut harus dikontrol dengan menghitung daya beli masyarakat, willingness to pay, dan inflasi, 

“Artinya, jika pemerintah secara serius menaikkan BBM bersubsidi pemerintah wajib memastikan daya beli masyarakat masih tetap terjaga dan posisi inflasi berada dalam kategori aman”, tutur Akril, Jum’at, 2/09/2022.

Akril menyampaikan bahwa per 1 September 2022 PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga bahan bakar Minyak (BBM) nonsubsidi untuk tiga jenis, harga BBM yang mengalami penurunan yakni, jenis Pertamax Turbo, Petamina Ded, dan Dexlite. Penurunan ini rata-rata Rp 2000 per liter dibanding harga sebelumnya. Sementara sebelumnya PT Pertamina (Persero) selanjutnya disebut Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax per 1 April 2022 lalu.

Sejatinya penyesuaian harga BBM Umum atau non penugasan pemerintah ini bisa dilakukan Pertamina mengacu kepada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020. Tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui SPBU.

Ia menyampaikan kenaikan harga BBM Pertamax sekitar 38% sebenarnya telah diantisipasi dengan penetapan sebagai JBKP yang menggantikan premium (Kompas, 3 April 2022). Akan tetapi, tetap ada potensi pergeseran cukup signifikan dari BBM Pertamax ke Pertalite. Menurutnya, menuju transisi subsidi tertutup yang paling layak dilakukan pemerintah dalam jangka pendek adalah mengeluarkan regulasi pembatasan pengisian BBM bersubsidi. 

“Misalnya melarang kendaraan bermotor pribadi dengan kapasitas mesin minimal 1.800 cc (silinder) membeli/mengkonsumsi BBM Pertalite dan/atau BBM Biosolar. Alasannya, dari sisi keadilan yang lebih menikmati justru kendaraan roda empat pribadi”, ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pengurangan subsidi BBM sudah dibahas sejak tiga tahun lalu, dengan harapan akan segera dapat direalisasiskan agar dana subsidi bisa dialihkan ke sektor lain yang tak kalah penting. Namun tarik-menarik isu politik, kepentingan usaha dan tekanan publik, membuat ide ini sangat sulit diwujudkan.

“Salah satu dampak masalah terbesar yang muncul dari dinaikkannya harga BBM adalah kekhawatiran akan terhambatnya pertumbuhan ekonomi karena dampak kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi akibat komponen biaya yang naik”, ujarnya.

Lebih lanjut Akril mengatakan dampak Inflasi tidak mungkin dihindari karena BBM adalah unsur vital dalam proses produksi dan distribusi barang. Namun menaikkan harga BBM juga tak bisa dihindari karena beban subsidi membuat negara sulit melakukan investasi bidang lain untuk mendorong tumbuhnya ekonomi. 

“Jebolnya subsidi BBM Indonesia diakibatkan oleh subsidi tidak tepat sasaran karena banyak data yang bisa disajikan bahwa BBM subsidi baik Pertalite dan Solar kebanyakan dinikmati oleh masyarakat kategori mampu, tahun 2022 ini dana subsidi dan kompensasi energi dianggarkan sebesar Rp 502 triliun. Seperti yang diungkapkan Menkeu, jika tidak ada kebijakan lain, anggaran subsidi bisa bengkak ke angka Rp 698 triliun ini akan menjadi masalah serius”, tuturnya.

Akril menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan pemerintah dan PT Pertamina (Persero) dalam membuat Aplikasi MyPertamina guna memastikan subsidi energi terutama bahan bakar minyak (BBM) pertalite dan solar tepat sasaran sudah sangat tepat karena dengan kebijakan tersebut masyarakat kelas menengah bahkan atas tidak akan ikut mengkonsumsi BBM subsidi lagi. 

“MyPertamina digunakan untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi guna memperoleh data yang valid dalam rangkah penyaluran BBM Bersubsidi lebih tepat sasaran”, tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa pembatasan pembelian Bahan Bakar Bersubsidi (BBM) sangat bermafaat untuk masyarakat agar distribusi Pertalite dan Solar tepat sasaran. Selain itu pembatasan pembelian BBM bersubsidi juga mengurangi besar biaya yang ditanggung oleh APBN.

“Pembatasan pembelian BBM dengan mengunakan MyPertamina sangat efektif untuk distribusi Pertalite dan Solar tepat sasaran”, tutupnya.

Previous Post

Demi Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Subsidi Tepat Sasaran, Jaringan Aktivisi Nusantara Dukung Pemerintah Naikkan Harga BBM

Next Post

Visioner Indonesia : Tuntutan Demo Pj Bupati Bombana Dinilai Tidak Objektif dan Tendensius

Related Posts

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir
Default

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir

Agustus 20, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara apresiasi langkah Menteri Imipas Agus Andrianto terkait remisi berbasis pembinaan tanpa diskriminasi

Agustus 19, 2026
Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?
Default

Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?

Agustus 15, 2026
Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73
Default

Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73

Agustus 9, 2026
Default

Perhimpunan Guru Minta Pemerintah Keluarkan Anggaran MBG dari Pendidikan di APBN 2027

Juli 31, 2026
PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran
BUMN

PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran

Juli 30, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Lebih dari Tugas Negara: Saat Seragam Tentara Jadi Ruang Aman bagi Anak-Anak Gempa Flores

Bank Mandiri, BRI, PLN hingga Pertamina Bergerak Bantu Korban Gempa NTT

Jhonlin Group Perkuat Posyandu di Tanah Bumbu, Hadirkan PMT hingga Alat Kesehatan Cegah Stunting

Wamenkes Dante Ungkap 4 Target Intervensi Tekan Stunting, Fokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan

BPOM Peringatkan Klinik Ilegal Stem Cell: Ancaman 12 Tahun Penjara!

Kisah Sisil, Empu Keris Perempuan Satu-satunya di Sumenep: “Saya Meneruskan Warisan Leluhur”

TERPOPULER

Lebih dari Tugas Negara: Saat Seragam Tentara Jadi Ruang Aman bagi Anak-Anak Gempa Flores

Bank Mandiri, BRI, PLN hingga Pertamina Bergerak Bantu Korban Gempa NTT

Jhonlin Group Perkuat Posyandu di Tanah Bumbu, Hadirkan PMT hingga Alat Kesehatan Cegah Stunting

Wamenkes Dante Ungkap 4 Target Intervensi Tekan Stunting, Fokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan

BPOM Peringatkan Klinik Ilegal Stem Cell: Ancaman 12 Tahun Penjara!

Kisah Sisil, Empu Keris Perempuan Satu-satunya di Sumenep: “Saya Meneruskan Warisan Leluhur”

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved