
Jakarta – Sekelompok Pemuda dan Mahasiswa yang tergabung dalam Central Mahasiswa Madura Jakarta (Cakar) melakukan aksi demonstrasi di Markas Besar Kepolisian Republik Indoneias (Mabes Polri), Jl. Trunojoyo No.3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (29/3/2023).
Mereka menyoroti kasus penyelundupan pupuk bersubsidi di Madura yang saat ini ditangani kepolisian resort Sumenep.
Menurut Abdur Rohim, selaku koordinator aksi tersebut mengatakan bahwa kasus penyelundupan pupuk bersubsidi sangat merugikan petani dan harus menjadi atensi khusus Kapolri sehingga bisa dicegah dan tidak terulang kembali.
“Kasus penyelundupan pupuk di Madura, terutama yang terjadi akhir-akhir ini di Sumenep, sangat melukai perjuangan petani di Madura. Kami minta Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk atensi khusus kasus penyelundupan pupuk bersubsidi ini agar tidak terulang kembali,” katanya.
“Kapolri segera perintahkan Kapolda Jawa Timur, sampai ke Polres Sumenep untuk tidak tebang pilih dalam menangani kasus penyelundupan pupuk ini. Segera jebloskan ke penjara semua yang terlibat,” tambahnya.
Selanjutnya, Rohim menduga ada keterlibatan Kepala dinas pertanian dalam kasus penyelundupan pupuk bersubsidi tersebut. Untuk itu, Rohim mendesak Bupati Sumenep Achmad Fauzi untuk mencopot kadis pertanian Sumenep, Arif Firmanto.
“Kami minta juga Bupati Sumenep Achmad Fauzi segara copot Kadis pertanian Sumenep Arif Firmanto dalam dugaan keterlibatan persekongkolan jahat rencana penyelundupan 18 Ton pupuk bersubdi Sumenep yang akan di perjualbelikan ke luar kabupaten Sumenep,” terangnya.
Diketahui sebelumnya, kepolisian resort Sumenep menggagalkan penyelundupan pupuk bersubsidi di jalan raya Pamekasan Kecamatan Prenjduan, Kabupaten Sumenep. Terdapat 2 truk dengan muatan 18 ton pupuk bersubsidi berupa Pupuk Urea 240 karung dan Phonska 120 karung.
