
Polemik pencopotan empat pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Lahat oleh Pj Bupati Lahat sebelumnya, Muhammad Farid, S. TP., M.Si., kembali mencuat ke publik.
Polemik tersebut muncul pasca berpindahnya Pj Bupati Lahat, Muhammad Farid, S. STP, M. Si ke Kabupaten Banyuasin.
Ketua Umum Gerakan Peduli Sumsel (GPS), Marcel Kusnan, merespon terkait pencopotan pejabat eselon dua di lingkungan Kabupaten Lahat oleh Pj Bupati tersebut yang dinilainya tidak sesuai prosedur dan menyalahi aturan.
“Pencopotan pejabat eselon dua di Lahat penuh kontroversi, diduga kuat menyalahi aturan, dan mengarah kepada kesewenang-wenangan,” kata Marcel, Minggu (18/8/2024).
Marcel juga menanggapi statement pengacara muda yang juga ketua Gerakan Cintai Lahat (GCL), Mahendra Reza Wijaya, yang menyebut pencopotan pejabat tersebut sesuai prosedur.
“Statemen ketum GCL itu ngaur, dan mendasarkan pada aturan yang dibuat-buat mencari pembenaran. Cocokologi saja,” tegas Marcel.
Untuk itu, Marcel meminta dengan tegas kepada Pj Bupati Lahat saat ini untuk mengembalikan posisis pejabat yang telah dicopot tersebut untuk dikembalikan ke posisi semula dan mengancam akan demo kemendagri.
“Kami minta dengan tegas untuk bapak Pj Bupati Lahat segera mengembalikan posisi pejabata eselon dua yang dicopot dikembalikan ke posisi semula. Kalau tidak diindahkan, kami akan datangi dan lakukan demonstrasi ke Kemendagri untuk menuntut Pj Bupati Lahat dicopot dan tidak profesional,” tegas Marcel.
“Kami minta segera dikembalikan empat pejabat ke posisi semula, jika tidak segera, maka kami akan demo Kemendagri sebagai bentuk dorongan agar Pj Bupati melakukan langkah tegas dan cepat,” imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua Gerakan Cintai Lahat (GCL), Mahendra Reza Wijaya mengatakan bahwa pencopotan 4 pejabat eselon dua di Lahat sudah sesuai prosedur.
“Sudah barang tentu ada penyebabnya. Di antaranya tidak melaksanakan kebijkan yang ditetapkan oleh pejabat pemerintah yang berwenang (Pj Bupati) yaitu melanggar huruf c Pasal 3 PP ini,” kata Mahendra seperti dikutip Lahatonlibe, Selasa (23/7/2024).
