Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Pengelolaan APBD yang Efektif dan Ideal

by Visioner Indonesia
Januari 28, 2025
in Default
Reading Time: 3min read
Foto Rizky Ardiyansyah

Oleh Rizky Ardiyansyah (Direktur Lembaga Demografi dan Riset Indonesia)

Otonomi daerah merupakan suatu langkah awal menuju pembangunan ekonomi nasional yang lebih berdaya tumbuh tinggi dengan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di daerah. Berdasarkan Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 dan aspirasi masyarakat dalam menjalankan otonomi daerah, pemerintah daerah dituntut untuk menjalankan roda pemerintahan yang efektif, efisien dan mampu mendukung masyarakat dalam meningkatkan pemerataan dan keadilan dengan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah (Bastian, 2001:329).

Berdasarkan Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Undang Undang No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah yang menjadi tonggak dimulainya Otonomi Daerah, adalah Penyelenggaraan pemerintahan daerah yang diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalaui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, dan kekhasan suatu daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ) adalah instrumen keuangan yang sangat penting dalam pengelolaan sumber daya daerah, dimana dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah telah berupaya untuk meningkatkan kualitas pengelolaan APBD, Sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan daerah.

Dalam pengelolaan APBD tentu usaha usaha daerah telah beupaya keras mengikuti bimbingan teknis, seminar seminar bahkan petunjuk teknis dalam menjalakan apa yang menjadi acuan dalam pengelolaan APBD yang baik dan efisien. Akan tetapi semua tentu harus memiliki prinsip prinsip untukmenjalankan itu semua.

Prinsip prinsip dalam pengelolaan APBD yang baik sebaiknya memiliki kreteria seperti 1. Transparansi, 2. Akuntabilitas, 3. Efesiensi, dan 4. Efektivitas ke empat prinsip ini tidak bisa di abaikan karena untuk pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah yang ideal user atau pegawai yang membidangi hal tersebut harus paham betul dan memang orang orang terbaik yang di utus pemerintah daerah dalam hal pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Prinsip prinsip APBD yang efektif dan ideal meliputi :

1. Transfaransi :  APBD harus disusun dan diimplementasikan dengan transfaran, sehingga masyarakat dapat mengetahui bagaimana anggaran daerah digunakan.

2. Akuntabilitas: APBD  harus dapat dipertanggungjawabkan sehingga pemerintah dapat bertanggung jawab atas penggunaan anggaran.

3. Efesiensi : APBD harus digunakandengan efesiensi sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan biaya yang minimal.

4. Efektivitas : APBD harus digunakan denga efektif sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginakan.

Daerah  yang berhasil menjalankan APBD yang baik contohnya APBD kabupaten/daerah tertentu telah berhasil meningkatkan kualitas pengelolaan APBD dengan memperkenalkan sistem anggaran yang terintegritas dan transparan. APBD kota / daerah tertentu, kota atau daerah tertentu telah berhasil meningkatkan efisiensi penggunaan APBD dengan memperkenalkan sistem pengelolaan keungan yang lebih efektif.

Jadi daerah daerah yang telah berhasil dari tahun ketahun dalam pengelolaan anggran pendapatan dan belanja daerah memiliki sistem yang baik seperti yang sudah dibahas di atas, kesimpulan dari pembahasan APBD yang efektif dan ideal adalah APBD yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan daerah dengan memperhatikan prinsip prinsip transfaran, akuntabilitas, efisiensi dan efektivitas, pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas pengelolaan APBD dan mencapai tujuan yang diinginkan demi kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.

Terakhir bisa kita simpulkan bahawa kabupaten/kota yang telah berhasil dalam pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah mereka yang telah memiliki sistem yang terintegritas dan transparan memiliki pengelolaan keuangan yang efektif dalam mencapai keingian atau rancangan masing masing daerah dengan kemampuan dan  mempertimbangankan kemampuan daerahnya.

Previous Post

Acara Memperingati Isra Mi’raj di Desa Leuwidamar, Warga Ungkapkan Kebahagiaan Dihadiri Anggota DPRD Lebak Tika Kartika Sari

Next Post

Diduga Cemari Laut dan Lahan Pertanian, PT MGA Utama Energi Diminta Hentikan Aktivitas Tambang di Pulau Sepanjang Sumenep

Related Posts

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir
Default

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir

Agustus 20, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara apresiasi langkah Menteri Imipas Agus Andrianto terkait remisi berbasis pembinaan tanpa diskriminasi

Agustus 19, 2026
Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?
Default

Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?

Agustus 15, 2026
Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73
Default

Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73

Agustus 9, 2026
Default

Perhimpunan Guru Minta Pemerintah Keluarkan Anggaran MBG dari Pendidikan di APBN 2027

Juli 31, 2026
PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran
BUMN

PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran

Juli 30, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

PSI Menolak Dikaitkan dengan Budi Arie: “Kami Bukan Bagian dari Mereka”

Bank Mandiri Aktifkan Kembali Rekening Botok Usai Diblokir Jelang Demo

Gerindra Tegaskan Tak Terpengaruh Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029, Fokus Kawal Program Prabowo

DPR Usul Anggota KPI Pusat Ditambah Jadi 11, Komposisi Diubah, Fraksi PKS: Pemborosan!

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Harapan Damai di Timur Tengah

Menkeu Siapkan Dana Karhutla Rp5 T ke BNPB: “Jangan di-Markup”

TERPOPULER

PSI Menolak Dikaitkan dengan Budi Arie: “Kami Bukan Bagian dari Mereka”

Bank Mandiri Aktifkan Kembali Rekening Botok Usai Diblokir Jelang Demo

Gerindra Tegaskan Tak Terpengaruh Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029, Fokus Kawal Program Prabowo

DPR Usul Anggota KPI Pusat Ditambah Jadi 11, Komposisi Diubah, Fraksi PKS: Pemborosan!

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Harapan Damai di Timur Tengah

Menkeu Siapkan Dana Karhutla Rp5 T ke BNPB: “Jangan di-Markup”

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved