Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Gagas Nusantara Maritim: Kebijakan PIT Jangan Sampai Menjadi “Privatisasi Laut” Terselubung

by Visioner Indonesia
Februari 25, 2026
in Ekonomi
Reading Time: 2min read
0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

VISIONER , – Implementasi kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) berbasis kuota dan zonasi yang kini memasuki fase krusial di akhir Februari 2026 mendapat sorotan tajam dari Gagas Nusantara Maritim. Meski dinilai sebagai langkah visioner untuk menjaga keberlanjutan ekologi, kebijakan ini diingatkan agar tidak terjebak dalam praktik “privatisasi laut” yang meminggirkan nelayan kecil sebagai pemegang saham asli kedaulatan maritim.

Romadhon Jasn menyatakan bahwa transisi menuju sistem PIT harus dibarengi dengan keberpihakan nyata terhadap akses ruang dan keadilan distribusi kuota.

“Kita mendukung penuh semangat keberlanjutan yang diusung KKP. Namun, jangan sampai pembagian zona dan kuota ini justru menjadi ‘pagar tak kasat mata’ yang membuat laut kita seolah terprivatisasi oleh segelintir korporasi besar. Laut adalah aset publik, bukan sekadar komoditas administratif yang dibagi-bagi di atas kertas tanpa melihat denyut nadi nelayan di dermaga,” ujar Romadhon dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Menurut Romadhon, tantangan terbesar PIT pada fase akhir Februari ini adalah sinkronisasi antara penetapan zona tangkap dengan kesiapan infrastruktur pelabuhan penyangga. Kasus penumpukan armada di sejumlah pelabuhan utama, seperti PPN Muara Angke, menjadi sinyal bahwa migrasi kapal sesuai zona tangkap belum diimbangi dengan kesiapan logistik di wilayah pangkalan baru.

“Ada diskoneksi yang harus segera dijembatani. Nelayan diminta patuh pada zona tangkap yang baru, namun fasilitas cold storage dan akses pasar di wilayah tersebut sering kali belum mumpuni. Akibatnya, efisiensi yang dikejar lewat kebijakan PIT justru melahirkan inefisiensi biaya logistik yang harus dipikul nelayan. Jangan sampai regulasi berniat mulia, namun realisasinya justru menyandera ekonomi pesisir,” tambahnya dengan nada kritis namun konstruktif.

Lebih lanjut, Romadhon menekankan pentingnya transparansi dalam sistem digitalisasi antrean dan alokasi kuota. Ia mengapresiasi keterbukaan ruang dialog yang mulai dibuka oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), namun memberikan catatan agar data kuota dapat diakses publik guna menghindari potensi monopoli ruang laut.

“Kami melihat niat baik KKP dalam membenahi tata kelola ini. Namun, transparansi adalah kunci agar ‘senyum’ nelayan di akhir bulan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud dari keadilan ruang. Kita butuh digitalisasi yang inklusif, bukan yang eksklusif bagi mereka yang memiliki modal besar saja,” tegas Romadhon.

Sebagai solusi, Gagas Nusantara Maritim mendorong pemerintah melakukan evaluasi periodik terhadap efektivitas zona tangkap serta mempercepat penguatan infrastruktur pelabuhan di luar Jawa agar kebijakan PIT tidak bersifat sentralistik.

“Visi besar Bapak Menteri untuk menjadikan laut sebagai pusat ekonomi masa depan harus kita kawal bersama. Mari jadikan PIT sebagai jembatan kemakmuran, bukan tembok pemisah. Gagas Nusantara Maritim akan terus menjadi mitra kritis pemerintah untuk memastikan setiap tetes air laut Indonesia memberi manfaat maksimal bagi nelayan kita, dari Sabang sampai Merauke,” tutupnya.

Previous Post

BEM UGM Enggan Lapor Teror ke Polisi: JAN Sebut Sikap Ini Kontraproduktif bagi Demokrasi

Next Post

Keputusan Sepihak Walikota Bogor Dikecam Pegawai Perumda Tirta Pakuan

Related Posts

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

April 27, 2026
Kalender Ekonomi: Inflasi Meningkat, Pertumbuhan Melambat
Ekonomi

Kalender Ekonomi: Inflasi Meningkat, Pertumbuhan Melambat

April 27, 2026
Harga Emas Antam dan Buyback Hari Ini Kompak Turun Rp16.000
Ekonomi

Harga Emas Antam dan Buyback Hari Ini Kompak Turun Rp16.000

April 27, 2026
Timur Tengah Kembali Panas, Rupiah & Mata Uang Asia Lemas
Ekonomi

Gejolak Harga Energi Berlanjut, Rupiah Masih Tertekan

April 27, 2026
1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M
BUMN

1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M

April 27, 2026
Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026
Ekonomi

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

April 24, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

Pemuda Muslimin Jakarta Utara Apresiasi Sinergi BGN dan Kemenimipas:Wujudkan Keadilan Gizi Melalui Dapur Lapas

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

TERPOPULER

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

Pemuda Muslimin Jakarta Utara Apresiasi Sinergi BGN dan Kemenimipas:Wujudkan Keadilan Gizi Melalui Dapur Lapas

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved