NTT, 8 Agustus 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (7/8/2026) untuk memastikan pengendalian inflasi dan stabilitas harga pangan di daerah tersebut. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat, terutama di wilayah timur Indonesia yang sering menghadapi fluktuasi harga komoditas.
Purbaya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia dalam menekan laju inflasi. “NTT memiliki potensi besar di sektor pangan, tetapi tantangan distribusi dan logistik masih menjadi kendala. Kita harus pastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau,” ujarnya dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur NTT, Kupang.
Dalam pertemuan tersebut, Purbaya memaparkan beberapa langkah strategis yang akan segera diimplementasikan, antara lain:
- Operasi Pasar dan Stabilisasi Pasokan: Pemerintah akan menggelar operasi pasar secara rutin dan memperkuat stok cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) untuk mengantisipasi lonjakan harga.
- Perbaikan Infrastruktur Logistik: Fokus pada peningkatan akses jalan dan pelabuhan untuk menurunkan biaya distribusi yang selama ini menjadi penyebab utama tingginya harga pangan di NTT.
- Perluasan Kerja Sama Antar Daerah: Mendorong kerja sama pemasokan komoditas pangan antar kabupaten/kota dan provinsi tetangga untuk mengurangi ketergantungan impor dari daerah lain.
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, menyambut baik langkah pemerintah pusat dan menyatakan komitmennya dalam menjaga stabilitas pangan. “Kami siap bekerja sama dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat NTT terpenuhi,” ujarnya.
Purbaya juga meninjau langsung sejumlah pasar tradisional di Kupang untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok. Dalam peninjauannya, ia berdialog dengan pedagang dan pembeli untuk mendengar langsung keluhan dan kebutuhan mereka.
Kunjungan ke NTT ini menjadi bagian dari rangkaian pemantauan inflasi yang dilakukan pemerintah di berbagai daerah, terutama di wilayah yang rawan gejolak harga. Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal kebijakan fiskal dan moneter untuk memastikan inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat terlindungi.





