Jakarta, IndonesiaVisioner–.
Direktur Utama Indonesia Visioner Azhar Kahfi menyayangkan tertangkapnya lima tenaga kerja asing proyek kereta cepat Jakarta-Bandung asal Tiongkok karena melakukan pengeboran di area Bandara Halim Perdanakusuma beberapa waktu lalu.
Menurutnya Kahfi, peristiwa tersebut menimbulkan pertanyaan serius terkait keamanan instalasi militer yang dimiliki Indonesia.
“Peristiwa ini sangat memprihatinkan sebab terjadi disebuah negara yang merdeka dan berdaulat, apalagi ini dilakukan dilokasi strategis milik pertahanan negara.” Ujar Kahfi melalui pesan singkatnya, Jumat (29/4/2016).
Kahfi juga menambahkan, tertangkapnya 5 WNA asal China ini membuktikan bahwa pemerintah dalam hal ini kementrian terkait cenderung abai dalam mengawasi tenaga kerja asing yang didatangkan oleh kontraktor.
“Bisa jadi ada sekian ribu tenaga kerja asal china yang kerja di Indonesia tidak dilengkapi dengan dokumen yang lengkap” kata Kahfi
Apalagi lanjut Kahfi, ada berita yang beredar soal 5 WNA yang tertangkap itu buruh kasar dan tidak bisa bahasa Indonesia. Padahal di UU tenagakerja kita menghendaki agar tenaga kerja asing harus profesional dibidangnya.
“Kalau hanya gali tanah saja kan bisa dikerjakan oleh kita yang banyak tukang dan tenaga kerja. Mestinya harus dilarang, karena rakyat kita juga butuh pekerjaan,” sesalnya
Ini harus menjadi catatan penting bagi Presiden Jokowi untuk mengevaluasi kabinet kerjanya.
“Saya dengar bukan hanya itu, masih banyak yang belum terungkap, dan kasusnya relatif sama dengan 5 orang ini, Rakyat kita juga butuh kerja, jangan datangkan tenaga kerja asing yang hanya sekedar buruh kasar” tutup Mantan Pengurus Besar HMI ini. (MR. Vis)


