Pemilik restoran Asal Jerman mengklaim telah menemukan sebuah ruang penyimpanan minuman beralkohol yang dimiliki Adolf Hitler, berupa cognac dan sampanye. Silvio Stelzer menemukan minuman keras tersebut disimpan dalam sebuah kompleks gudang bawah di area restorannya.
Seperti yang dikutip dari laman Beritasatu Stelzer menyebutkan ia juga telah menemukan catatan tebal yang mengungkap informasi kalau salah satu staf Hitler telah memindahkan botol-botol minuman tersebut. Hal itu dilakukan untuk melindunginya dari kerusakan akibat serangan udara pihak sekutu di Berlin.
Dalam catatan tua itu juga diketahui kalau Hitler menyimpan keju, daging asap, cokelat dan rokok untuk disimpan di ruang bawah tanah. Hitler sebenarnya jarang minum minuman beralkohol, kemungkinan minuman tersebut untuk menyambut tamunya,” ujar Stelzer.
Pada akhir tahun 1944 Adolf Hitler tinggal di bunker bawah tanah. Ia juga membawa pelayan setianya yang bernama Kannegiesser, karena takut dirinya akan diserang lewat udara,” kata Stelzer. Temuan itu ternyata tidak disengaja. Menurut Stelzer, saat para pekerjanya merenovasi area villa bersejarah miliknya, ada salah satu pekerja yang tersandung saat berada di gudang bawah tanah. Saat dibuka ternyata isinya berupa minuman keras dan catatan tebal yang berisi daftar simpanan Hitler.
Namun ternyata Hitler bunuh diri di ruang bawah tanah tersebut. Setelah dibongkar, isi dari bunker tersebut banyak dijarah. Tapi ternyata Hitler memiliki sejumlah ruang penyimpanan rahasia untuk koleksi minumannya.
Lain lagi di Cambridgee ada sebuah bar yang menyajiakan miniman beralkohol berbahan dasar semut sebanyak 62 semut diolah menjadi ekstraknya dan dicampurkan dengan minuman gin. Hasilnya, sebuah minuman yang ia beri nama Anty Gin dan kini dijual seharga £ 200 atau sekitar Rp 4,1 juta per botol.
Berawal dari ide gila Will Lowe, seorang penyuling minuman profesional. Ia ingin membuat minuman beralkohol jenis gin yang terbuat dari semut.
Produk ini merupakan minuman beralkohol pertama di dunia yang menggunakan serangga sebagai campurannya. Ide unik Lowe bisa terealisasi berkat dukungan dari Denmark Nordic Food Lab, yang didirikan Rene Redzepi, koki restoran Noma,yang terkenal dengan makanan unik dan aliran menu gastronominya.
“Kami didekati oleh sebuah perusahaan dari Kopenhagen Nordic Food Lab yang mengeksplorasi kualitas kuliner serangga. Mereka meminta kami untuk membuat minuman gin yang rasa sitrusnya muncul bukan dari lemon semut,” ujar Lowe.
Semut memiliki cita rasa asam seperti sitrus. Rasa ini muncul dari asam format yang dihasilkan di perut semut, dan disemprotkan sebagai mekanisme pertahanan. Ketika asam format dari semut bercampur dengan alkohol, maka menghasilkan rasa aromatik.
Untuk Anty Gin, Lowe menggunakan semut kayu merah yang memiliki nama latin Formica Rufa. Ia merendam semut-semut tersebut dalam etanol berkonsentrasi tinggi sebelum dilakukan penyulingan untuk membuat konsentrat semut.


