Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Gibran di Panggung G20: Diplomasi Perdana yang Membalikkan Sentimen Publik

by Visioner Indonesia
November 23, 2025
in Luar Negeri
Reading Time: 3min read

Johannesburg, — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka tampil untuk pertama kalinya di panggung diplomatik global saat mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, 22–23 November 2025. Penugasan ini datang langsung dari Presiden Prabowo, yang berhalangan hadir karena agenda kenegaraan lain.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pengiriman Wapres ke forum ekonomi terbesar dunia bukan sekadar keperluan protokoler, melainkan keputusan strategis demi memastikan Indonesia tetap memiliki suara penuh di tengah dinamika global. “Ini menunjukkan sinergi yang baik antara Presiden dan Wakil Presiden,” ujar Teddy kepada wartawan, Jumat (21/11).

Setibanya di Bandara OR Tambo, Johannesburg, Gibran menerima upacara kehormatan, termasuk tarian tradisional Pantsula yang menjadi ciri khas Afrika Selatan. Pada Sabtu pagi, ia tampil sebagai pembicara ke-13 dalam sesi pleno G20, menyampaikan pidato kenegaraan sepanjang tujuh menit sebuah momen yang menjadi ujian perdana bagi figur Wapres berusia 38 tahun itu.

Dalam pidatonya, Gibran menekankan pentingnya solidaritas global untuk menghadapi ketimpangan ekonomi, perubahan iklim, dan transisi energi. Ia menekankan agar negara berkembang tidak menjadi korban dalam revolusi energi hijau. “Indonesia berkomitmen mendorong kerja sama Selatan-Selatan serta memastikan negara berkembang tidak tertinggal dalam revolusi energi hijau,” ujarnya, disambut tepuk tangan delegasi.

Gibran juga merilis capaian bilateral yang cukup signifikan: kesepakatan bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas antara Indonesia–Afrika Selatan, serta rencana memperluas bebas visa untuk wisatawan umum. Langkah ini disebut sebagai penguatan hubungan yang mengakar sejak era Soekarno–Mandela.

Selain sesi pleno, Gibran menghadiri Indonesia–Africa CEO Forum dan bertemu sejumlah pemimpin delegasi. Dalam setiap pertemuan, ia membawa pesan dari Presiden Prabowo, sekaligus mengundang komunitas bisnis Afrika untuk berinvestasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kehadirannya dinilai sebagai strategi memperluas jejaring ekonomi Indonesia di benua potensial tersebut.

Di tingkat domestik, publik memberikan respons beragam. Pendukung pemerintah melihat ini sebagai langkah berani yang meneguhkan posisi Indonesia di dunia, sementara kalangan oposisi menyebutnya sebagai pencitraan yang belum tentu menjawab persoalan dalam negeri. Namun sebagian analis melihat penugasan ini sebagai langkah tepat dalam diplomasi generasi baru.

Romadhon Jasn dari Gagas Nusantara menyampaikan analisis yang lebih strategis: “Penugasan ini menjadi ruang pembuktian yang telah disiapkan Wapres Mas Gibran melalui proses belajar dan pengalaman yang ia jalani dengan konsisten. Setiap kritik justru menguatkan ketahanannya, dan penampilan seperti ini perlahan menggeser sentimen publik dari keraguan menuju apresiasi yang lebih dewasa,” dalam pernyataannya kepada awak media, Minggu (23/11/2025).

Menurut Romadhon, Gibran sedang memasuki fase baru: dari politisi lokal menjadi figur internasional yang diperhitungkan. Setiap sorotan baik kritik maupun dukungan menjadi bahan bakar penguatan posisi politiknya. Apalagi, performanya di G20 dinilai stabil, rapi, dan tanpa insiden, sehingga menambah legitimasi sebagai wakil kepala negara.

Secara protokoler dan substansi, kehadiran Indonesia dalam KTT G20 Afrika Selatan berjalan tanpa hambatan. Gibran dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Senin (24/11) setelah menyelesaikan seluruh agenda bilateral dan plenary.

Bagi banyak pengamat, penugasan ini bukan sekadar perjalanan diplomatik, tetapi juga ajang pembuktian di panggung global bagi Gibran. Dari cara ia menjalankan seluruh agenda hingga respon yang muncul, terlihat bahwa ia mampu melewati ujian tersebut dengan tenang dan meyakinkan, menunjukkan bahwa dirinya semakin layak diperhitungkan dalam lanskap kepemimpinan modern Indonesia.

Previous Post

Bareskrim Robohkan Sindikat Teror Pinjol Rp 14 Miliar, KMI: Ini Perang Melindungi Rakyat

Next Post

Desak Kejagung dan Polri Tangkap Importir Thrifting dan Pejabat Terlibat, Ketua Umum APKLI-P: Gurita Puluhan Tahun Laksana Kanker Stadium IV

Related Posts

Mengapa Arab Saudi Tidak Merayakan Maulid Nabi?
Luar Negeri

Mengapa Arab Saudi Tidak Merayakan Maulid Nabi?

Agustus 24, 2026
Asap Karhutla Kepung Negara Tetangga, Indonesia Perkuat Diplomasi dan Penanganan Darurat
Luar Negeri

Asap Karhutla Kepung Negara Tetangga, Indonesia Perkuat Diplomasi dan Penanganan Darurat

Agustus 23, 2026
Putin Sebut Akan Temui Prabowo di Vladivostok Awal September
Luar Negeri

Putin Sebut Akan Temui Prabowo di Vladivostok Awal September

Agustus 22, 2026
Iran: Sanksi Baru AS adalah Terorisme Ekonomi dan Kejahatan Kemanusiaan
Luar Negeri

Iran: Sanksi Baru AS adalah Terorisme Ekonomi dan Kejahatan Kemanusiaan

Agustus 22, 2026
Pertemuan Sugiono-Wang Yi di Vientiane, Berpotensi Bahas Bantuan Gempa NTT
Luar Negeri

Pertemuan Sugiono-Wang Yi di Vientiane, Berpotensi Bahas Bantuan Gempa NTT

Agustus 22, 2026
Kabut Asap Kiriman RI Kepung Sarawak, Malaysia Tutup 591 Sekolah!
Luar Negeri

Kabut Asap Kiriman RI Kepung Sarawak, Malaysia Tutup 591 Sekolah!

Agustus 22, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

PSI Menolak Dikaitkan dengan Budi Arie: “Kami Bukan Bagian dari Mereka”

Bank Mandiri Aktifkan Kembali Rekening Botok Usai Diblokir Jelang Demo

Gerindra Tegaskan Tak Terpengaruh Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029, Fokus Kawal Program Prabowo

DPR Usul Anggota KPI Pusat Ditambah Jadi 11, Komposisi Diubah, Fraksi PKS: Pemborosan!

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Harapan Damai di Timur Tengah

Menkeu Siapkan Dana Karhutla Rp5 T ke BNPB: “Jangan di-Markup”

TERPOPULER

PSI Menolak Dikaitkan dengan Budi Arie: “Kami Bukan Bagian dari Mereka”

Bank Mandiri Aktifkan Kembali Rekening Botok Usai Diblokir Jelang Demo

Gerindra Tegaskan Tak Terpengaruh Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029, Fokus Kawal Program Prabowo

DPR Usul Anggota KPI Pusat Ditambah Jadi 11, Komposisi Diubah, Fraksi PKS: Pemborosan!

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Harapan Damai di Timur Tengah

Menkeu Siapkan Dana Karhutla Rp5 T ke BNPB: “Jangan di-Markup”

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved