Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Pemerintah masih akan menyisakan 1% saham di PGN

by Aulia Rachman Siregar
Juni 20, 2016
in Migas
Reading Time: 2min read
Pemerintah masih akan menyisakan 1% saham di PGN

Visioner.id Jakarta- Pemerintah tidak akan menyerahkan seluruh kepemilikan sahamnya di PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) kepada PT Pertamina (Persero) untuk pembentukan holding BUMN energi.

Pemerintah masih akan menyisakan 1% saham ‘merah putih’ di PGN. Saat ini, sebanyak 56,96% saham PGN dipegang pemerintah, sisanya sebanyak 43,04 dikuasai oleh publik.

“Kan masih ada saham yang dikuasai negara,nggak 100% dikasih ke Pertamina, ada 1% saham merah putih di kita. Jadi strategic planning, RJPP, direksi masih dikuasai kita secara langsung,” ungkap Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Pariwisata, dan Kawasan Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/6/2016).

Dengan skema holding, PGN akan dijadikan penyertaan modal ke Pertamina oleh pemerintah.

“Jadi kita kan punya modal di PGN, modal kita di PGN kita alihkan jadi ke Pertamina,” tukas dia.

Pengalihan saham milik negara di PGN kepada Pertamina akan menggunakan skema inbreng. Ini telah disiapkan dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) untuk holding BUMN energi.

“Ada beberapa macam holding. Kita pakaivehicle-nya Pertamina, saham PGN kita taruh di Pertamina, Pertamina nanti berfungsi sebagai strategic holding di sektor migas. Yang penting PP mengatur penambahan saham negara di Pertamina melalui inbrengsaham PGN,” paparnya.

Menurut dia, meski menjadi anak usaha Pertamina, ruang gerak PGN untuk mendapatkan kredit tidak akan berkurang. Pihaknya yakin bahwa PGN tetap bisa memperoleh pinjaman modal dengan mudah selama keuangannya sehat, sehingga pembangunan infrastruktur gas tidak akan terhambat.

“Kalau mau dapat kredit atau tidak kan bukan tergantung anak usaha atau bukan. Selama bisnis PGN bagus, sehat, masih bisa,” ucap Edwin.

Soal apakah pembentukan holding BUMN energi ini perlu persetujuan DPR atau tidak, Edwin belum dapat memastikannya.

“Dari Setneg yang paham soal itu. Saya ikut ahli di sana saja, kalau dia bilang secara Undang-Undang dapat diputuskan pemerintah ya kita ikuti. Itu dibahas antar kementerian,” ujarnya.

RPP saat ini masih di Sekretariat Negara (Setneg). Ditargetkan bisa cepat selesai agar holding BUMN energi dapat segera terwujud seperti keinginan Menteri BUMN Rini Soemarno.

“Kita berharapnya cepat. Sekarang di Setneg,” tutupnya. (Vis/don)

Tags: saham pgn 1 persen
Previous Post

Sudirman Said selama 2 tahun benahi ESDM

Next Post

Pertamina mengaku rugi Rp 400 miliar per tahun distribusi BBM ke Papua

Related Posts

Antrean BBM Subsidi Warnai Momen HUT RI di Pangkalpinang
Daerah

Antrean BBM Subsidi Warnai Momen HUT RI di Pangkalpinang

Agustus 17, 2026
Orang Kaya Akan Dibatasi Beli Pertalite, Pertamina Tunggu Arahan Pemerintah
BUMN

Orang Kaya Akan Dibatasi Beli Pertalite, Pertamina Tunggu Arahan Pemerintah

Agustus 15, 2026
Harga BBM Pertamina Sabtu 8 Agustus 2026: Ada Perubahan? Begini Daftar Terbaru
BUMN

Harga BBM Pertamina Sabtu 8 Agustus 2026: Ada Perubahan? Begini Daftar Terbaru

Agustus 8, 2026
Sulap Sampah Jadi Energi Bersih, Pertamina Perkuat Transisi Energi
Daerah

Sulap Sampah Jadi Energi Bersih, Pertamina Perkuat Transisi Energi

Agustus 5, 2026
Kunjungi Tiga Fasilitas Strategis, Komut Pertamina Perkuat Sinergi One Pertamina
BUMN

Kunjungi Tiga Fasilitas Strategis, Komut Pertamina Perkuat Sinergi One Pertamina

Agustus 5, 2026
PLN Masuk ke Sekolah, Siswa Diajak Sulap Sampah Jadi Energi
Migas

PLN Masuk ke Sekolah, Siswa Diajak Sulap Sampah Jadi Energi

Agustus 4, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Praperadilan dr. Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Iran: Sanksi Baru AS adalah Terorisme Ekonomi dan Kejahatan Kemanusiaan

Pertemuan Sugiono-Wang Yi di Vientiane, Berpotensi Bahas Bantuan Gempa NTT

Kabut Asap Kiriman RI Kepung Sarawak, Malaysia Tutup 591 Sekolah!

Kabut Asap Karhutla Kepung Sarawak, Malaysia Adukan Indonesia ke ASEAN

Prabowo Terbang ke Kalimantan, Pimpin Langsung Penanganan Karhutla

TERPOPULER

Praperadilan dr. Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Iran: Sanksi Baru AS adalah Terorisme Ekonomi dan Kejahatan Kemanusiaan

Pertemuan Sugiono-Wang Yi di Vientiane, Berpotensi Bahas Bantuan Gempa NTT

Kabut Asap Kiriman RI Kepung Sarawak, Malaysia Tutup 591 Sekolah!

Kabut Asap Karhutla Kepung Sarawak, Malaysia Adukan Indonesia ke ASEAN

Prabowo Terbang ke Kalimantan, Pimpin Langsung Penanganan Karhutla

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved