Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Pertamina mengaku rugi Rp 400 miliar per tahun distribusi BBM ke Papua

by Aulia Rachman Siregar
Juni 20, 2016
in Migas
Reading Time: 2min read
Tahun ini pertamina merah efisiensi 200 juta US dolar
0
SHARES
128
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Visioner.id Jakarta- Wilayah Indonesia sangat luas, mendistribusikan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke seluruh negeri yang terdiri dari ribuan pulau bukan pekerjaan mudah. Banyak daerah terpencil yang masih terisolasi, belum memiliki infrastruktur dasar memadai sehingga sulit dijangkau.

Di Papua misalnya, kabupaten-kabupaten yang berada di daerah pegunungan masih sulit dicapai karena dikelilingi hutan belantara, belum ada jalan raya.

Tetapi, kebutuhan penduduk di sana harus dipenuhi, negara melalui PT Pertamina (Persero) wajib memasok BBM untuk semua warga negara. Karena itu, walau sulit dan menghabiskan banyak biaya, Pertamina tetap harus melaksanakan tugas mengirim BBM ke daerah-daerah terpencil di seluruh Indonesia.

Pertamina mengaku harus merogoh uang sebesar Rp 400 miliar per tahun untuk distribusi BBM ke pedalaman Papua. Semuanya berasal dari dana korporasi, ditanggung sendiri oleh Pertamina, tidak ada subsidi dari pemerintah. Walau begitu, solar subsidi dan premium di sana tetap dijual seharga Rp 5.150/liter dan 6.450/liter, sama dengan wilayah Indonesia lainnya.

“Saya kasih gambaran, di Papua itu Pertamina keluar Rp 35 miliar per bulan. Jadi setahun Rp 400 miliar. Tapi nggak apa-apa dibanding keuntungan Pertamina,” ungkap Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, Minggu (19/6).

Kemudian untuk penduduk di 4 kecamatan di Kalimantan Utara (Kaltara) saja, Pertamina harus menghabiskan Rp 7,98 miliar. Kecamatan Krayan di Nunukan, Kaltara, sangat terisolasi sehingga BBM hanya bisa dikirim dengan pesawat, biaya angkutnya Rp 38.000/liter.

“Kalau di Krayan 210 kilo liter (KL) kalikan dengan Rp 38.000/liter. Itu untuk 4 kecamatan,” ucap Bambang.

Kondisi geografis yang sulit harus dihadapi Pertamina agar BBM bisa dinikmati hingga daerah-daerah remote. Di kabupaten-kabupaten di Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Pertamina harus melalui jalan tanah yang pasti susah dilalui ketika musim hujan.

“Di Sambas, Sanggau, Entikong, Krayan, Malinau, Sebatik, masalahnya jalan kita kirim dari Pontianak ke Sambas itu kalau hujan hancur jalannya,” katanya.

Bukan hanya di Kalimantan atau Papua saja, distribusi BBM ke Pulau Karimun Jawa yang dekat dengan Pulau Jawa juga sulit. Dalam waktu dekat ini, Pertamina berencana menyewa kapal ferry khusus untuk mengangkut BBM ke Karimun Jawa.

“Di Jawa saja ada yang bermasalah, di Karimun Jawa. Harga BBM di sana mahal karena tidak ada APMS. Selama ini, mereka dapat BBM dari drum-drum dikirim dari Jepara pakai kapal kayu. Sampai sana mahal, pasti di atas Rp 10.000/liter karena ditambah ongkos angkut,” dia menuturkan.

Ongkos untuk mendistribusikan BBM ke daerah-daerah terluar ini merupakan hasil subsidi silang, diambil dari sebagian keuntungan penjualan BBM Pertamina di daerah-daerah lain.

Meski membebani Pertamina, ini harus dilakukan demi tegaknya kedaulatan Indonesia di wilayah perbatasan.

“Berapa pun biayanya kita tanggung, kami untung untuk berbagi ke daerah lainnya, subsidi silang,” pungkas Bambang. (Vis/don)

Tags: pertamina merugi
Previous Post

Pemerintah masih akan menyisakan 1% saham di PGN

Next Post

Mabes Polri akan tindak tegas pihak yang menyerang Ahmadiyah di NTB

Related Posts

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol
Ekonomi

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

April 21, 2026
Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga
BUMN

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

April 21, 2026
Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi
Ekonomi

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

April 21, 2026
Ini Bukti Kapal Pertamina Lintasi Selat Hormuz
Ekonomi

Ini Bukti Kapal Pertamina Lintasi Selat Hormuz

April 19, 2026
PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi CCUS untuk Tekan Emisi Karbon
BUMN

PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi CCUS untuk Tekan Emisi Karbon

April 11, 2026
Pertamina dukung distribusi energi di 3T lewat armada logistik laut
BUMN

Pertamina dukung distribusi energi di 3T lewat armada logistik laut

April 6, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Layanan Digital Polri: Hadiah Inovasi Bagi Warga yang Merindukan Pelayanan Cepat dan Transparan

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

Harga Emas Antam Naik Saat Emas Dunia Malah Turun

Gencatan Senjata AS-Iran Hampir Selesai, Mau Jual atau Beli Emas?

TERPOPULER

Layanan Digital Polri: Hadiah Inovasi Bagi Warga yang Merindukan Pelayanan Cepat dan Transparan

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

Harga Emas Antam Naik Saat Emas Dunia Malah Turun

Gencatan Senjata AS-Iran Hampir Selesai, Mau Jual atau Beli Emas?

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved