Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Brexit membuat harga minyak mentah anjlok sekitar lima persen

by Aulia Rachman Siregar
Juni 26, 2016
in Migas
Reading Time: 2min read
Brexit membuat harga minyak mentah anjlok sekitar lima persen
0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Visioner.id New York– Pilihan mengejutkan Inggris meninggalkan Uni Eropa memicu aksi jual minyak besar-besaran pada Jumat (24/6), dengan harga minyak mentah anjlok sekitar lima persen di tengah kekhawatiran pertumbuhan global dapat melambat lebih lanjut.

Para analis mengatakan bahwa investor minyak mentah juga beralih ke aset-aset yang lebih aman setelah Inggris memilih keluar dari Uni Eropa (Brexit) dalam referendum, mendorong volatilitas besar di seluruh pasar-pasar.

Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman Agustus turun 2,47 dolar AS menjadi berakhir di 47,64 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Di London, minyak mentah Brent North Sea, yang menjadi patokan global, untuk pengiriman Agustus turun 2,50 dolar AS menjadi menetap pada 48,41 dolar AS per barel.

Harga minyak mentah merosot karena pilihan Brexit mendorong penghindaran risiko besar-besaran di kalangan investor di tengah melonjaknya kekhawatiran tentang dampak Brexit di Inggris dan ekonomi zona euro.

Kubu “Tinggalkan” Uni Eropa memenangkan referendum Inggris pada Jumat pagi, dengan mendapatkan hampir 52 persen suara, menarik negara itu keluar dari blok 28 negara Uni Eropa (UE) setelah menjadi anggota selama 43 tahun.

Pilihan Brexit mendorong tingkat baru ketidakpastian ke pasar, dengan para ekonom memperkirakan bahwa perpecahan akan memukul ekonomi Inggris secara signifikan, mungkin mendorongnya ke dalam resesi tahun depan, dan menyeret turun pertumbuhan Eropa secara keseluruhan.

“Resesi menyebabkan harga minyak rendah dan pecahnya Inggris dengan Uni Eropa menimbulkan kekhawatiran resesi di Eropa,” kata James Williams dari WTRG Economics seperti dikutip kantor berita AFP.

Selain itu, kata dia, proses pengaturan pemisahan akan berjalan panjang dan sulit.

“Setiap judul utama pada negosiasi untuk dua tahun ke depan memiliki potensi untuk menggerakan pasar minyak,” katanya.

Tim Evans dari Citi Futures memperingatkan bahwa pergerakan pasar minyak pada Jumat hanya reaksi awal dan bukan penyesuaian penuh terhadap keputusan Inggris.

“Kami pikir kepercayaan telah terguncang dan bahwa kurangnya pengetatan secara fisik terpapar oleh penurunan awal, menyebabkan gelombang penjualan lebih lanjut,” kata Evans.

Terlepas dari kerugian — yang terjadi setelah pedagang meningkatkan tawaran minyak di tengah harapan pilihan “Tetap” (di Uni Eropa) — harga minyak mentah yang masih dekat dengan tingkat tinggi untuk tahun ini, dibantu oleh lebih banyak tanda-tanda pengetatan.

Matt Smith dari ClipperData menunjuk pada kontraksi persediaan minyak Arab Saudi yang dalam enam bulan terakhir lebih tajam daripada rekor kapanpun.

Di Amerika Serikat, jumlah rig pengeboran minyak aktif — indikator produksi masa depan — turun tujuh rig menjadi 337 rig setelah bertambah selama tiga minggu berturut-turut.

“Kami mulai melihat penurunan produksi minyak dunia dengan penurunan alami, kurangnya pengeboran baru dan perselisihan,” kata Williams.

“Dunia sedang membakar beberapa kelebihan persediaan yang telah dibangun, yang adalah konstruktif.”

Seperti dilansir kantor berita Xinhua, harga minyak juga mendapat tekanan dari dolar AS yang lebih kuat, dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 1,78 persen menjadi 95,197 pada akhir perdagangan.

Penguatan dolar AS memperlemah sentimen investor, membuat minyak yang dalam denominasi dolar AS kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Para analis mengatakan kemungkinan penghindaran risiko yang lebih tinggi akan membuat harga minyak sulit kembali menjadi 50 dolar AS per barel dalam waktu dekat. (Vis/Jasn)

Tags: Akibat Brexit minyak anjlok
Previous Post

Susi : konsumsi ikan dapat menggantikan konsumsi daging sap

Next Post

Bank Indonesia Mewaspadai dampak lanjutan Brexit

Related Posts

Timur Tengah Kembali Panas, Rupiah & Mata Uang Asia Lemas
Ekonomi

Gejolak Harga Energi Berlanjut, Rupiah Masih Tertekan

April 27, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol
Ekonomi

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

April 21, 2026
Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga
BUMN

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

April 21, 2026
Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi
Ekonomi

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

April 21, 2026
Ini Bukti Kapal Pertamina Lintasi Selat Hormuz
Ekonomi

Ini Bukti Kapal Pertamina Lintasi Selat Hormuz

April 19, 2026
PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi CCUS untuk Tekan Emisi Karbon
BUMN

PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi CCUS untuk Tekan Emisi Karbon

April 11, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

Alasan Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi & Syifa Hadju

Kalender Ekonomi: Inflasi Meningkat, Pertumbuhan Melambat

Harga Emas Antam dan Buyback Hari Ini Kompak Turun Rp16.000

TERPOPULER

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

Alasan Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi & Syifa Hadju

Kalender Ekonomi: Inflasi Meningkat, Pertumbuhan Melambat

Harga Emas Antam dan Buyback Hari Ini Kompak Turun Rp16.000

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved