Jakarta – Beberapa minggu lalu beredar video konvoi sejumlah orang dengan menggunakan seragam dan juga bendera yang bertuliskan ‘Khilafatul Muslimin’. Konvoi tersebut diduga di lakukan oleh sekelompok orang itu sebagai langkah syiar mereka kepada masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Fauzan Ohorella, Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku Indonesia meminta kepada Pemerintah atau Aparat Penegak Hukum segera menindak tegas para kelompok ‘Khilafatul Muslimin’tersebut.
“Kami meminta kepada Pemerintah juga TNI-Polri untuk segera menindak tegas para kelompok Khilafatul Muslimin itu. Kalau dibiarkan berlarut bisa berbahaya bagi keutuhan NKRI.” Ujar Fauzan Ohorella (04/06).
Dia menambahkan lagi, bahwa persoalan Khilafatul Muslimin ini tidak boleh dianggap sepele. Karena menurutnya, kita harus belajar dari pengalaman yang lalu. Karena kurangnya pengawasan dari Pemerintah terutama TNI-Polri, akhirnya muncul organisasi masyarakat (Ormas) Radikal seperti FPI dan HTI yang telah dibubarkan.
“Kita kan ada pengalaman kemarin, saat ormas radikal seperti FPI dan HTI yang ingin merubah ideologi Pancasila. Jangan sampai Khilafatul Muslimin ini juga seperti demikian. Artinya, kita harus melihat dari pengalaman.” Ungkap dia.
Untuk diketahui, bahwa khilafatul muslimin dipimpin oleh orang yang bernama Abdul Qadir Hasan Baraja sebagai Khalifah. Menurut rekam jejak dari Densus 88, Abdul Qadir Hasan Baraja pernah ditangkap saat era Orde Baru (Orba) karena diduga menjadi penggerak dalam organisasi terlarang Negara Islam Indonesia (NII).
“Dari rekam jejak itu, seharusnya Pemerintah dan TNI-Polri bisa bergerak cepat untuk menangkap dia (Abdul Qadir Hasan) selaku Khalifah di Khilafatul Muslimin.” Sambung Fauzan
Sebagai penutup, dia meminta kepada Pemerintah membuat regulasi hukum yang baku untuk menindak para kelompok pengasong agama ini. Sebab, kata dia kalau tidak ada peraturan bagi mereka, maka persoala bangsa kita dalam melawan kelompok anti NKRI ini akan terus bertumbuh subur dan mengakar.
“Olehnya, sebagai seorang Muslim yang tidak ingin adanya perpecahan. Kami meminta kepada Pemerintah agar membuat peraturan yang ketat bagi kelompok anti NKRI ini. Sehingga upaya menjaga anak bangsa dari paham Radikalis-Ekstrimis bisa terwujud.” Tutup Fauzan Ohorella Ketua Umum Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku Indonesia






