Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Sensasi Mancing Tuna di Perairan Ternate Alor ditemani “Dolphin”

by Aulia Rachman Siregar
Desember 7, 2017
in Artikel
Reading Time: 3min read
Sensasi Mancing Tuna di Perairan Ternate Alor ditemani “Dolphin”
0
SHARES
218
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Rahmad Nasir

Pagi menjelang siang kami berencana berkunjung ke Pulau ternate Alor. Dengan perjalanan darat menggunakan sepeda motor hingga di sebelah Desa Sebanjar ada pelabuhan mini yang biasa menjadi jembatan penyeberangan masyarakat ternate Alor.

Kami menyeberang menggunakan motor laut super kecil dengan kapasitas seitar 10-15 orang. Sesampainya di sana kami dikejutkan dengan gerombolan lumba-lumba yang sedang bermain dengan gelombang. Asal tahu saja gerombolan lumba-luba memang kerap bermain di depan perairan laut pulau Ternate Alor.

Sebagai orang nelayan pasti tahu bahwa jika ada gerombolan lumba-lumba maka sudah pasti ada gerombolan ikan tuna dengan berbagai ukuran. Tanpa berfikir panjang kami pun melepaskan mata kail dengan senar yang sangat panjang. Bermodalkan kail yang dipasang bulu ayam, seperangkat alat mancing itu pun terus dilepas gulungannya secara perlahan.

Perahu motor kami berputar-putar mengelilingi gerombolan ikan lumba-lumba tersebut. Tak butuh waktu lama, tiba-tiba tarikan senar sangat kencang yang menandakan bahwa ikan tuna telah memakan umpan kami. Gas mesin motor perlahan diturunkan seiring dengan tarikan senar di tangan saya. Jika tak memakai kaos tangan maka tangan kita bisa saja luka akibat senar yang sangat kencang.

Memancing memang seni, perpaduan antara naik turunnya gas mesin motor dengan kekuatan tarikan harus diatur seirama jika tidak mau ikan tersebut kembali terlepas. Menghadapi tarikan ikan ini butuh kesabaran, jika masih terlalu kuat dibiarkan sedikit kemudian ditarik lagi sampai ikannya lemah dan ditarik secara perlahan. Saat ikan mendekat ke perahu motor, tidak bisa terus ditarik ke atas perahu, akan tetapi tangan kitalah yang dicelupkan ke laut dan langsung memegang dua sisi insang ikan secara kuat dan diangkut ke atas perahu motor.

Jika ikannya masih “menggelepar” maka kita bisa saja memukul kepala ikan dengan dayung sehingga menjadi tenang. Jika tidak maka ikan tersebut bisa saja melompat ke arah laut. Beberapa ikan yang ditarik pun demikian cara mendapatkannya. Ingin rasanya saya terjun ke lautan biru untuk bermain-main dengan lumba-lumba namun saya urungkan niat saya karena sedikit takut.

Gerombolan ikan lumba-lumba memang menjadi tontonan menarik. Mereka meliuk-liuk dalam barisan yang rapih dan sepertinya tak takut dengan manusia sehingga mereka semakin dekat dengan perahu motor kami. Konon menurut cerita mereka adalah sahabat manusia dan pernah menyelamatkan manusia sehingga masyarakat kami pun dilarang menangkap dan membunuh lumba-lumba bahkan haram untuk dimakan lagi pula katanya dilindungi Undang-Undang.

Ikan lumba-lumba memang membawa berkah bagi kami karena telah mengantarkan puluhan ikan tuna bagi kami. Ini rezeki luar biasa karena mendatangkan nilai secara ekonomis. Sehabis mengantarkan rezeki pada kami, lumba-lumba itu masih mengiringi kami hingga dekat dengan daratan pulau Ternate Alor. Anda bisa merasakan bagaimana para lumba-lumba begitu memuliakan manusia.
Jika anda berkunjung ke Alor via laut menggunakan kapal ASDP atau PELNI, kerap disuguhi tontonan secara gratis gerombolan ikan lumba-lumba di perairan Alor. Mereka seakan-akan mengiringi keberangkatan kita atau menjemput kita yang hendak ke Alor. Mereka seakan mengucapkan “Welcome to Alor” atau “nice to meet you, see you again next time”.

Saya jadi teringat dengan cerita atau di televisi tentang tempat hiburan yang memanfaatkan lumba-lumba untuk menghibur penonton dengan tarif yang mahal. Kadang-kadang saya merasa sedih melihat lumba-lumba yang mungkin kelelahan. Belum lagi mereka dikurung di kolam yang sempit dan tentu ini berpotensi menganiaya lumba-lumba alias “dolpin”.
Perairan Alor khususnya Ternate Alor memang adalah alam yang menyediakan hiburan gratis serta menyimpan kekayaan yang luar biasa bagi nelayan Alor pada umumnya. Itulah yang menyebabkan meskipun perahu motor yang berfungsi sebagai kenderaan penumpang bisa sekaligus menjadi penangkap ikan tuna jika pada saat menyebrang menemukan gerombolan ikan lumba-lumba.

Jika anda punya handycame maka saya sarankan untuk mengabadikan momen tersebut dalam bentuk video yang mendatangkan kepuasan tersendiri. Begitulah cara kami menikmati alam Alor sebagaimana kata Mantan Bupati, Bapak Ir. Ans Takalapeta bahwa “Alor memang indah asal kita pandai menikmati”.

Previous Post

Pengurus RT RW Matraman Jaktim Masuk BPJS TK

Next Post

Sekjen Inkop TKBM: kami tidak diundang kemenhub bicara buruh bongkar muat

Related Posts

BGN Kaji Efesiensi Anggaran
Artikel

Audit Triliunan dan Rapuhnya Negara: Mengapa Kebocoran Fiskal Terus Berulang?

April 23, 2026
Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?
Artikel

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?

April 6, 2026
Artikel

Operasi Besar Polri dan Ricuh Bandung: Mengantisipasi Bola Liar Gerakan Mahasiswa

September 2, 2025
Artikel

BPS jangan bahayakan Ekonomi dengan data yang Unreliable

Agustus 9, 2025
Artikel

KP3 POLRI Dorong Wakapolri Baru Penuhi Kriteria “MAMPU” untuk Transformasi Polri

Juni 16, 2025
AI Turun Tangan, Pengangguran Berhamburan
Artikel

AI Turun Tangan, Pengangguran Berhamburan

Juli 15, 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Kawal Gernas Migran Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Mukhtarudin

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

TERPOPULER

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Kawal Gernas Migran Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Mukhtarudin

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved